Hati yang Tak Direstui
“Tenang aja, Ra… aku cuma pengen nyiapin pajak jadian kalian. Hmmm… kira-kira aku mau minta apa ya? Minum, traktir makan, atau…?”
Nura menutup wajahnya dengan tangan, pipinya merah padam. “Mecca!!! Aku serius, jangan ganggu suasana!”
Arthur yang melihat tingkah Mecca cuma bisa senyum, tapi dalam hatinya ia merasa nyaman.
"Aku boleh nggak gabung di circle kalian? udah kebayang sih rame nya gimana wkwk"
Mecca tersenyum lebar, “Seriusaan nih? Wiih boleh boleh.. kita malah seneng ada cogan di deket kita wkwk.. Iya kan Ra?"
Hot Chapters