Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Safe Haven

Safe Haven

sahut Valen sambil mencolek pipi Teddy dan itu membuat Teddy tersenyum lebar. "Oh iya, Donny mana?" tanya Teddy tiba-tiba, Valen hanya diam sambil menunjuk ke arah mobil Valen dan Donny. "Bilangin langsung siap-siap aja, bentar lagi Bapak mau mulai pidato." "Loh? Emang udah selesai Quick Count nya? Aku kira bakalan malem loh," sahut Valen sambil berjalan beriringan dengan Teddy menuju mobil tempat Donny menunggu.
1.0K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as countdown to heaven
Read
+Library
Forever Hours
Read
+Library
NEVER ENOUGH

NEVER ENOUGH

Jangan tanya apakah sambutan matahari di minggu pagi atau mendengar suara Devan keduanya membuat moodnya sangat baik. Seperti yang direncanakan Hana, minggu pagi ia akan menuju Rumah Sakit Klinis Sahabat Peduli (RSKSP) kali ini ia bisa menghabiskan waktunya lebih lama dengan seseorang yang ia baru temui setelah berpuluh tahun lamanya.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as countdown to heaven
Read
+Library
Dream On

Dream On

Memikirkan hidup dalam jeruji besi membuat tubuhnya gemetar seperti orang kerasukan setan. Arwah Edo melayang di atas tubuhnya yang ditangisi oleh Marleni, saat itulah dia sadar bahwa bibinya sangat sayang padanya. Dia lalu menatap ke atas, ada sebuah cahaya terang yang menariknya ke atas. Rohnya terus melayang semakin tinggi menembus atap rumah sakit dan melewati awan. Edo memejamkan matanya, saat membuka matanya dia sudah berada di sebuah tempat yang sangat damai, langitnya berwarna biru gelap seperti fajar dan ada sebuah pohon yang sangat besar di batas cakrawala.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as countdown to heaven
Read
+Library
1095 Days!

1095 Days!

Untung saja Alisya berhasil menghindarinya, jika tidak mungkin kepalanya akan terasa sangat sakit setelah terkena buku itu. “Siapa suruh tidur di kelas, ini bukan rumah, Ra!” jelas Alisya dengan merapikan bukunya. “Kok sepi sih, Sya?” tanya Naira dengan mengernyitkan dahinya. “Lo nggak dengar, ya? Bel surga sudah bunyi sejak sepuluh menit yang lalu?” tanya Naira dengan memutar bola matanya. “Bel surga? Dipanggil ke surga semuanya, Sya?” tanya Naira yang polos tidak mengerti. Mungkin nyawanya belum terkumpul, makannya dia seperti itu.
105.9K viewsCompletedAdded to Library 224 Times as countdown to heaven
Read
+Library
Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Di sebelahku, tergeletak kotak abu dan foto pemakamanku sendiri. 5, 4, 3, 2, 1 ... Hitungan mundur berakhir, aku pun merasakan sekelilingku tiba-tiba menjadi begitu hening. Tidak ada suara apa pun di ruangan ini, bahkan suara napasku sendiri terasa menghilang. Pada saat yang bersamaan, terdengar suara dari arah pintu. Ada yang kembali!
4.7K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as countdown to heaven
Read
+Library
HEAVY

HEAVY

Renata ini tak pandai berbohong, dan lagi, Renata tak sanggup untuk didiamkan oleh wanita bawel itu. “Um... tadi ada cleaning service datang dan menawarkan laundry.” jawab Renata mencoba kemampuan berbohongnya. Wenda mengibaskan tangannya di udara, membuat gerakan seolah meminta Renata untuk mengabaikan hal yang tengah mereka bicaranya. “Oh begitu? Baiklah. Segera bersiap, penerbangan kita pukul sebelas siang ini.” kata Wenda cuek lalu berbalik pergi meninggalkan Renata.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as countdown to heaven
Read
+Library
ETERNITY

ETERNITY

Aleka membuka sepatu high heels yang ia kenakan. Kemudian melihat tumitnya yang kemerahan. Aleka yakin jika iya berjalan 5 menit lagi menggunakan sepatu high heels itu, ia yakin lecet dikakinya akan sampai berdarah. Aleka berdiri dan berjalan menuju kursinya dengan menenteng sepatunya itu. Kelas sedang kosong karena ini adalah jam olahraga jadi semua sedang berada dilapang outdoor. Aleka mengeluarkan tumblrnya dan segera meminum airnya. Aleka membuka blazernya dan membuka sampul pita dilehernya.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as countdown to heaven
Read
+Library
Thousand Years

Thousand Years

Berlaku hari ini. Demikian pengumuman yang dibaca Vinia. Matanya berbinar secerah cahaya matahari. Baginya itu seperti menemukan harta Karun. Jelas saja ia tidak melewatkan kesempatan itu. ”Ini kesempatan untuk aku. Penulis masa depan aku datang.” Ia berbicara kegirangan dan berlari ke kamarnya. Setelah selesai membersihkan diri dan sedikit berdandan, ia keluar dari kamar membawa sekumpulan kertas yang di kliping di tangannya.
104.7K viewsOn holdAdded to Library 117 Times as countdown to heaven
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status