Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Catatan Detektif Kematian

Catatan Detektif Kematian

Tanpa berpikir dua kali, Ervin segera membuka benda itu, mengeluarkan secarik kertas lusuh dari sana sebelum membaca tiap coretan tinta yang tertera pada benda tersebut. "Untuk Tuan Ervin Seith Addison, kami mengundang dirimu untuk menjadi bagian dari kami, para pemuja bulan purnama. Karena yang tidak diketahui oleh banyak orang adalah, kau merupakan yang terpilih. Hanya kau yang bisa menggantikannya. Mengikuti siklus bulan lima puluh tahun. Melakukan semuanya untuk keabadiannya. Kami menunggu jawabanmu, dan jika kau tidak menjawab hingga waktunya tiba, kami mungkin akan membawamu secara paksa. Tertanda, anak-anak bulan yang terhangatkan oleh api neraka."
1.4K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as detective conan: countdown to heaven
Read
+Library
Countdown Cinta

Countdown Cinta

Aku bisa melihat hitungan mundur sebelum perasaan seseorang berakhir. Saat hitung mundur di atas kepala Ayah mencapai nol, dia meninggalkan surat cerai lalu mencampakkan Ibu dan aku. Saat hitung mundur di atas kepala sahabatku mencapai nol, akhirnya dia memberanikan diri meninggalkan mantan berengseknya itu. Karena itulah, aku sangat takut jika harus melihat hitung mundur di atas kepala Leonard Chandrata, suamiku. Syukurlah, selama tujuh tahun pernikahan kami, tak pernah ada hitung mundur di atas kepalanya. Berkali-kali aku merasa jadi perempuan paling beruntung karena menikah dengan pria sebaik dia. Sampai sebulan yang lalu, ketika dia menjemputku pulang kerja. Begitu aku mendongak, tulisan
594 viewsCompletedAdded to Library 13 Times as detective conan: countdown to heaven
Read
+Library
Atasanku Menggodaku

Atasanku Menggodaku

Aku hendak bicara, tetapi seketika tubuhku terasa kesemutan dan gemetar. Aku nyaris tidak bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara. Aku buru-buru menutup mulut dan merapatkan kedua kakiku. Dengan ekspresi kesal dan sedih, aku menatap Ben yang tampak santai memainkan remote kontrol itu. Di remote itu ada tombol bernomor dari satu sampai lima. Itu menunjukkan lima tingkat kecepatan. Sekarang, sepertinya dia sedang menekan tombol satu.
18.0K viewsCompletedAdded to Library 450 Times as detective conan: countdown to heaven
Read
+Library
PRISONER of HEAVEN

PRISONER of HEAVEN

Dwyne menyodorkan ponselnya kepada Matthew dengan alamat yang tertera di sana membut keningnya sedikit berkerut. “First Heaven?” “Kenapa?” “Tidak. Hanya baru dengar saja” “Itu butik milik seorang designer yang di rekomendasikan Yemimah untuk bekerja sama dalam project kali ini” Matthew hanya bergumam ‘oh’ lalu kembali fakus menyetir.
105.2K viewsCompletedAdded to Library 120 Times as detective conan: countdown to heaven
Read
+Library
The Heaven Jail

The Heaven Jail

"Baiklah jika begitu aku butuh bantuanmu." "Ya, temui aku di The Heaven Hotel, dan kita akan merangkai rencana disana." "Baiklah, terimakasih Alfonzo." "Sama-sama, dan semoga kita beruntung Leonardo." "Ya." Alfonzo mematikan sambungan teleponnya, pria itu tak habis pikir pada Atlan bagaimana bisa ia memancing di air yang keruh dan mengundang singa ke dalam hidupnya. Alfonzo mendirikan tubuhnya dan meraih jas yang ia sampirkan di kepala kursi lalu memakainya cepat. Pria itu segera keluar dari restoran dan memasuki mobil BMW hitam yang akan mengatarkannya menuju hotel yang dituju.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as detective conan: countdown to heaven
Read
+Library
Heavenly Rift

Heavenly Rift

Dari bangku kemudi, Axxa duduk tegak, kedua tangannya mantap pada kendali; di sampingnya, Arra menatap gelap dengan mata elang yang jarang berkedip, satu tangan tetap menggenggam gagang katana—tidak tegang, tapi siap. Udara malam menggigit lembut, jernih dan dingin. Saat kereta melewati kelokan, semilir angin menyusup ke kabin, mengangkat ringan pinggiran jubah. Anza tersadar perlahan. Sulit menakar berapa lama ia tertidur—malam di Heavenly terasa seperti waktu yang lain—tapi ia tahu Leo bernapas stabil di pelukannya. Ia menoleh sekilas: Hana juga bangun, menatap ke luar jendela dengan tatapan yang lebih tenang dibanding kemarin, tangannya mengusap punggung Lumi yang kadang-kadang berubah ro
101.2K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as detective conan: countdown to heaven
Read
+Library
Mirror : Death Note

Mirror : Death Note

Aku hanya mengangguk menanggapinya, Papa juga duduk di samping ku, sementara Mama dan yang lain duduk melingkar, ikut melantunkan doa. Bang Haikal memulai dengan basmallah. Tiba-tiba lampu berkedip-kedip, tentu hal ini membuat kami semua tidak fokus dan menatap sekitar. Hampir semua lampu mengalami hal serupa. Namun Bang Haikal meminta kami tidak usah menanggapinya. Saat lantunan azan dikumandangkan, lampu benar-benar mati. Semua gelap. Akhirnya mama beranjak mencari lilin bersama Mama Rangga. Beberapa lilin kini menghiasi ruang tengah. Rukiyah kali ini terlihat lebih mencekam, seperti kami ini sedang melakukan ritual aneh.
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 448 Times as detective conan: countdown to heaven
Read
+Library
Detective Devil

Detective Devil

Iblis itu tidak menyadari bahwa tindakannya tersebut berhasil membuat makhluk-mahkluk malam seperti burung hantu dan kelelawar menjadi tertawa dalam diam. *** Keesokan Paginya BRING BRING BRING Ponsel pintar milik Cologne bergetar dan menandakan munculnya panggilan masuk di sana. “Ck, kenapa harus sepagi ini?” decaknya kesal. Dengan terpaksa pemuda itu mengangkat panggilan masuk tersebut dari ponsel pintarnya. “Halo?” “Colegne?” Terdengar suara di seberang sana memanggil namanya.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as detective conan: countdown to heaven
Read
+Library
Detektif Zen: Rencana Paling Sempurna

Detektif Zen: Rencana Paling Sempurna

“Cerdas. Teedengar tidak masuk akal memang. Tapi, bukan mustahil, kan?” Paullina meletakan ponsel genggam Susan di sofa lalu mengambil camilan di hadapannya. “Kau jadi membuatku berpikir ekstrem. Hipotesismu itu mengingatkanku pada sebuah kasus dari novel kriminalmu. Ya, kasus pembunuhan yang sempurna pada seri pertama novel Detektif Zenmu itu. Tentang seorang lelaki tua pincang yang menjadi dalang di balik pembunuhan seorang pegawai seks komersial.”
9.96.3K viewsOngoingAdded to Library 202 Times as detective conan: countdown to heaven
Show Reviews (68)
Read
+Library
Dr Maharadika
Ji, cerita kamu bagus banget. Jadi keinget zaman dulu baca komik conan sama Ade dan Dinda. Ceritamu seseru itu. Nggak nyangka aku kamu berbakat juga nulis novel kriminal begini. Aku sampe ketagihan bacanya padahal aku nggak begitu suka baca. Yaman panas, Ji. Tapi ceritamu lebih panas.
hassannurwahidd
Cerita yang luar biasa. Temanya menarik dan cara penyajiannya cerdas. Tidak membuat bosan dibaca. Bahasanya lentur. Penulis menceritakan kisahnya dengan baik. Sehingga mudah dimengerti dan memberikan kesan mendalam. Cerita ini sarat dengan psikologi, pembelajaran tentang dunia forensik juga.
Read All Reviews
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status