Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
CINTA DANIA

CINTA DANIA

“Oh.. nyonya Bella, belum datang Non tapi kata nyonya Non Dania masuk ke kamar saja dulu.” Wanita itu memperkenalkan diri kalau dirinya adalah pelayan rumah tangga di rumah itu. Namanya Nunu panggilannya Bi Nunu. Dia membawa Dania ke lantai tiga dengan menggunakan lift. Sejauh mata mata memandang hanya ada perabotan mewah disetiap sudut ruangan membuat Dania semakin terperangah. Tantenya yang dulu hanya seorang aktris pembantu kini menjadi seorang konglomerat. Namun tidak sedikitpun Dania berpikir buruk tentang tantenya itu. Dania tahu kalau tantenya menikah dengan seorang petinggi perusahaan walau Dania tidak menyangka kalau pria yang di nikahi tantenya itu sekaya ini.
2.4K viewsOn holdAdded to Library 84 Times as cuman
Read
+Library
RADINKA

RADINKA

Sambil memegang kedua ujung jaket Dinka menurunkannya bermaksud untuk mengembalikan, Dinka berucap, "gak usah, kamu aja." Aish, sudah menjadi pusat perhatian karena kelakuan Radit, kenapa Dinka berucap masih menggunakan kata 'Kamu' sih kenapa gak pakai 'Lo' aja. "Kamu aja, kamu perempuan. Saya kan laki-laki. Badan saya lebih kuat," tutur Radit sambil memperlihat kepalan kedua tangannya. "Bukan berarti kamu laki-laki. Badan kamu lebih kuat," ucap Dinka karena tidak ingin kaumnya yaitu kaum perempuan direndahkan.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 142 Times as cuman
Read
+Library
Tuan Arrogan

Tuan Arrogan

Tubuhnya sedikit gemuk, dia tampak lebih muda dari umur sebenarnya. “selamat ulang tahun tuan!” ucap Nicko memberi selamat. “Terimakasih, berapa kali om bilang panggil om jangan tuan,” ucap Jack mengingatkan. “Maaf, om,” keduanya tertawa renyah. “Papamu kapan kembali ke Indonesia?” tanya tuan Jackson. “Dalam minggu ini,” jawab Nicko. “Sayang sekali,” gumam tuan Jackson.
8.74.8K viewsOngoingAdded to Library 176 Times as cuman
Read
+Library
JandA

JandA

ujar Jeffrey santai menanggapi. Wanita muda itu tersenyum dan tiba-tiba … "Aku Casandra. Bianca Jenny Casandra. Boleh aku tahu nama Anda, Tuan?" tanya wanita muda itu mengulurkan tangannya. Jeffrey lagi-lagi menurunkan buku yang sedang dia baca, dengan tatapan datar dia melihat ke arah wanita muda nan cantik itu dan berkata, "Nama yang indah untuk wanita cantik seperti Anda. Apa ada yang bisa saya bantu, Nona Bianca?"
105.1K viewsOn holdAdded to Library 147 Times as cuman
Read
+Library
CERAI

CERAI

Suara deheman seorang pria yang baru muncul menghampiri kedua nya. Kamu sudah siap? tanya Reza Sudah pak, jawab zaira dengan kepala meunduk Pa, kami pergi dulu. sambil mencium punggung tangan Papa nya iya, hati hati di jalan.nanti Zaira kamu tunggu saja " Kami pamit pak, Assalamu'alaikum" ucap Zaira Wa'alaikumussalam. ***** Suasana di dalam mobil hening Zaira yang duduk di belakang kemudi hanya melihat gedung gedung yang tinggi lewat jendela mobil
106.8K viewsOngoingAdded to Library 205 Times as cuman
Read
+Library
LUKA

LUKA

"KAMU ITU CUMA HAMA KENAPA KAMU NGELAKUIN KE AKU DAN NGANCURIN HUBUNGAN AKU SAMA NARA?!!!" Plakkkk. Intan yang telah berdiri menampar keras pipi Alvin membuat semua orang memekik. "KAMU PIKIR CUMA AKU YANG MURAHAN DISINI? AKU MENJAGA MAHKOTAKU DAN KAMU YANG PERTAMA MENGAMBILNYA, APA KAMU MAU MENYANGKAL SEMUANYA, HAH?!!!" "CUKUPPP!!!" Tuan Hemansyah berseru membuat mereka berdua menghentikan perkelahian, "KALIAN SAMA SAJA. KALIAN TIDAK LEBIH BAIK DARI BINATANG!!"
87.7K viewsOngoingAdded to Library 222 Times as cuman
Read
+Library
Reuni

Reuni

"Ibu Alhamdulillah baik, hanya kadang masih suka kambuh asmanya" Terus suamimu orang mana, lah kok malah jadi ngobrol di luar..eh, ayo masuk-masuk silakan...Dimas..Dimas ini ada Mba Asti", Ibunda Dimas memanggil anaknya dan tak lama kemudian muncullah Dimas yang masih mengenakan celana pendek dan kaos oblong yang sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk yang basah habis karamas itu. "Hai selamat pagi ....", Sapa Dimas dengan seulas senyum manisnya kepada Asti.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as cuman
Read
+Library
SELUMBARI

SELUMBARI

Aku mengembuskan napas perlahan. “Ini, Kak.” Vian memberiku sebuah kertas sambil tersenyum. Aku mengulurkan tangan, menerimanya. Ada angka yang cukup besar terletak di kanan atas, 98. Ah, ini kertas ujian bahasa Indonesia. Aku mulai melihat soal-soal yang ada.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as cuman
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status