Suami Pelarian
Mataku mendelik, enak saja dia ngomong gitu, lalu aku melihat ke bawah, memeriksa perutku guna memastikan apakah ada yang kurang normal di bagian pusar.
"Udelku nggak bodong, tahu! Orang cantik gini, kayak udelnya artis K-Pop," gerutuku asal-asalan.
Yudistira terkekeh geli. "Bodong pun tetap kucinta, Sayang."
Ceileh, bisa wae si kumis mujaer! Eh, mujaer ada kumisnya nggak sih? Kalau nggak ada besok kupasangkan saja, mumpung aku lagi senang. Haha.
Hot Chapters