Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
Dia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada yang jauh lebih lembut, “Yang paling cantik ya, Bu. Istri saya suka yang sederhana tapi dia sendiri nggak pernah sadar kalau dia jauh lebih cantik dari apa pun yang saya beli.”
Penjual itu terkekeh kecil. “Wah, romantis sekali, Pak.”
Di layar, Anindya refleks menutup mulutnya sendiri, menahan senyum yang tiba-tiba terasa terlalu lebar.
Si ibu mengambil satu gelang. “Ini banyak yang suka, Pak. Simpel tapi manis.”
Arvendra mengambilnya. Mengangkat sedikit ke arah cahaya matahari sore. Memerhatikan detailnya dengan serius.