Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The Arc: Elenio

The Arc: Elenio

Nero mengedikkan dagu ke seberang jalan dan berkata, “Setelah kau selesai, kita akan ke sana.” Gemma mengerenyit sambil membaca nama tempat itu, yang ditulis dengan huruf berwarna merah yang meliuk, menempel di bagian atas bangunan satu lantai berwarna abu-abu. “Lightning… laser tag?” Gemma melengkungkan satu alis ke atas sambil membaca nama tempat itu, kemudian dia menoleh dan memandang Nero, meminta penjelasan. “Kita akan bermain laser tag?”
1013.7K viewsCompletedAdded to Library 519 Times as dalawampu
Read
+Library
Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1

Dia dengan cepat melakukan segel tangan dan cahaya lampu merah mulai menyelimuti seluruh area saat cahaya itu berubah menjadi api yang menari-nari dengan ritme yang sama seolah-olah itu adalah perenang yang sinkron. “Gagak Langit Ilahi!” teriak Dale dengan galak. Nyala api pun mulai menyala lebih kuat dan yang mengejutkan semua penonton, api itu berubah menjadi burung yang menyala-nyala.
9.16.9M viewsCompletedAdded to Library 229.3K Times as dalawampu
Show Reviews (2320)
Read
+Library
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
Raka Abqary
karakter seperti ini yg pling bgus crtanya..tegas,berani,kuat & bsa mnyelesaikn mslahnya tnpa keraguan,,gk sprti "darill darby",buset dah lu,,klah mulu,,msuhnya lbih kuat drinya,brtingkh konyol,gk fokus ke mslahnya,yg diingatnnya hnya mmperbanyak wnita..bkn musnahkn msuh..ap lgi "philip clarke".....
Read All Reviews
Duka Cita

Duka Cita

“Mau lihat venue, paling sore sudah balik.” “Hati-hati di jalan.” Arya kembali mengangguk. “Eia, Cit, nomor yang waktu itu, kayaknya cuma nomor sekali pakai. Sekarang sudah nggak aktif, tapi nomor Jakarta.” “Besok, aku mau pasang CCTV di depan rumah,” ujar Cita masih khawatir dengan masalah Pandu. Apa jadinya, bila Cita bertemu dengan Pandu yang gelap mata. “Aku jadi parno sendiri. Mau ke mana-mana, berasa takut ada yang ngikutin. Terus … lama-lama, aku bisa gangguan jiwa kalau begini.”
9.838.3K viewsCompletedAdded to Library 880 Times as dalawampu
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

Part1 "Ada apa? Kenapa ada garis Polisi?" tanyaku pada Amira, karyawan yang bekerja di bagian informasi. "Katanya ada pembunuhan. Barusan mayatnya dibawa pihak kepolisian." "Inalilahi w* inailaihi roji'un." Garis Polisi disamping gedung kantor pun menyisakan tanda tanya untukku. Terlihat buket bunga yang hancur dan seperti kue ulang tahun yang juga terlihat lenyek dilantai bercampur bekas darah.
1024.6K viewsCompletedAdded to Library 516 Times as dalawampu
Read
+Library
Adakah Jalan Untuk Kembali

Adakah Jalan Untuk Kembali

Dua bulan kemudian .... Lampu-lampu kota mulai menyala, berpendar di balik kaca jendela kantor yang masih menyisakan hawa dingin dari AC. Davin baru saja hendak beranjak keluar ruangan kantornya ketika ponsel di saku celana bergetar. Nama yang tertera di layar membuat terkejut. Dewa.
10140.6K viewsCompletedAdded to Library 4.8K Times as dalawampu
Show Reviews (43)
Read
+Library
Naomi Sari
Hi mba Lis, novel2 bikinan mba ga prnh bikin bosen utk dibaca…trs berkarya yah, smg novel2 berikutnya lbh seru dan “menggetarkan jiwa”, hihi…kl blh sedikit saran&request, aku berharap mgkn story berikut2nya dibikin agak sedikit beda biar semakin greget2 lg pas bacanya, hehe…warm regards to you mba!
Mau baca Novel
ahirnya ada di goodnovel......... dari muda sy suka baca novel beriringan dgn baca kitabku,sebenarnya novel itu gambaran dr kehidupan,dan sy suka baca novel by lis ini Krn menuntun para wanita muda bgmn hidup dgn benar dan berharga diri,mandiri,memang bnyk karakter,tinggal kita dpt memilah dan memilih,
Read All Reviews
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Mungkin insting mereka mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu malam ini. Pakdo Ramli telah selesai menata segala sesuatunya: dupa berisi kemenyan yang mengepulkan asap, satu ekor ayam bakar cemani, segelas kopi, segelas air putih, segelas susu, kembang tujuh rupa dan sebilah keris berlekuk tiga. Pakdo Ramli bersiap-siap mengambil tempat duduk untuk memulai ritual pemanggilan makhluk merah penguasa area pohon beringin. Namun, sebelumnya dia hendak mengatakan sesuatu pada Sanusi.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 178 Times as dalawampu
Read
+Library
Mata Elang

Mata Elang

Gedung terbengkalai itu di perbatasan kota yang sangat sepi sekali, apalagi suasana malam seperti ini, sudah bisa dipastikan tidak ada satu orang pun yang lewat. Penerangan dari lampu mobil yang sengaja dinyalakan agar Purnomo bisa melihat wajah kesakitan Anthony. “Bawa sini tongkatnya!!” pinta Purnomo yang berdiri di depan Anthony bersama 3 anak buahnya, salah satunya mengambil tongkat di dalam mobil yang sudah disiapkan sebelumnya.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as dalawampu
Read
+Library
TIBA-TIBA DILAMAR

TIBA-TIBA DILAMAR

Lumut dibebatuan begitu tampak karena jernihnya air tersebut. Untung Dito sigap menolong Nura. Celana yang ia kenakan basah bagian bawah karena percikan air. Pahadal sudah dinaikan hampir selutut. Sementara Nura masih berbegangan di tangan Dito dengan salah satu tangan memegang ponsel. "Hati-hati. Kami gak papa?" tanya Dito memastikan. Kini Nura sudah berdiri dengan benar.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as dalawampu
Read
+Library
KEPINCUT CINTA IDOLA

KEPINCUT CINTA IDOLA

Nami tertegun, begitu pula dengan yang lain. “Bunganya, Nami.” Rauf menyerahkan lightstick yang bentuknya bulat dan jika tombol on-offdi pegangan lightstick-nya diaktifkan, maka cahaya berwarna putih akan terpancar indah. Ya. Itu adalah lightstick official Squirrel Crush. Lightstick yang sering dibawa mellifluous untuk menyorakkan yel-yel kepada kelima anggota Squirrel Crush saat konser.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as dalawampu
Read
+Library
DANYANG

DANYANG

Cahaya nerah itu seperti melayang di ketinggian dan sedang mencoba menembus badai, ketika malam gulita berlangsung. Setelah beberapa waktu, cahaya merah itu berhasil mencapai tepian pusaran laku turun dan jatuh tepat di hadpaan Dayu. Awalnya, Dayu pikir dia akan menyambut dengan bahagia, tapi begitu tau bahwa cahaya nerah tadi adalah mata merah besar dari pocong yang rongga matanya terbuka, Dayu tidak kuasa menahan diri dan langsung menjerit dengan kuat. Gadis itu memejamkan matanya sambil terus memejamkan mata, tidak sanggup melihat kengerian di depannya.
106.9K viewsOngoingAdded to Library 144 Times as dalawampu
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status