Duka Cita
“Mau lihat venue, paling sore sudah balik.”
“Hati-hati di jalan.”
Arya kembali mengangguk. “Eia, Cit, nomor yang waktu itu, kayaknya cuma nomor sekali pakai. Sekarang sudah nggak aktif, tapi nomor Jakarta.”
“Besok, aku mau pasang CCTV di depan rumah,” ujar Cita masih khawatir dengan masalah Pandu. Apa jadinya, bila Cita bertemu dengan Pandu yang gelap mata. “Aku jadi parno sendiri. Mau ke mana-mana, berasa takut ada yang ngikutin. Terus … lama-lama, aku bisa gangguan jiwa kalau begini.”
Hot Chapters