AKIBAT DEADLINE MENIKAH
Ia lantas membenamkan wajah di bantal, melampiaskan rasa sesak dengan tangisan.
"Kamu ke mana, sih, Mas? Tega banget nyiksa aku kayak gini," jerit Kinar lirih.
***
Tok, tok, tok!
Ketukan berulang di pintu utama membuat Kinar yang berada di ruang keluarga yang bersebelahan dengan ruang tamu, mendongak ke arah jam dinding. Hampir pukul delapan malam. Kinar berpikir tidak mungkin ayah dan ibunya yang baru berangkat ke acara resepsi pernikahan telah pulang secepat itu. Tidak mungkin juga Dayu yang berpamitan menginap tiga hari di rumah saudara di Bekasi pulang tiba-tiba.
Hot Chapters