FALLING FOR THE BEAST
“I dont deserve you.”
Dada Crystal terasa sesak. Entah karena ia merasakan cinta yang sangat besar dari lelaki itu, atau mungkin tanpa sadar—ikatan di antara mereka berdua membuatnya bisa merasakan Xander juga.
“Tidak. Kita layak saling memiliki. Jika kita tidak bersama, tidak akan ada kata bahagia. Aku tidak akan tahu arti kata bahagia.” Jemari Crystal membelai rambut Xander, lalu ia kembali berbisik, “Aku berbohong jika berkata aku tidak ketakutan. Tapi, berpikir untuk menjalani hidup tanpamu, itu jauh lebih menakutkan lagi, Xander....”