Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BENALU

BENALU

Arrggh Next?
9.949.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai defeats
Baca
+Pustaka
DEATH

DEATH

“Diamlah nenek sihir. Kau tidak akan bisa menang melawan ku tanpa rampalan aneh yang menyebalkan itu.” Pertengkaran mereka berdua tidak akan pernah berakhir sampai salah satunya kalah. Mereka sering bertarung dan berakhir imbang, tetap itu sudah lama sekali. Merlin hanya menang melawan Vielle satu kali dan itu dengan cara yang tidak adil. Merlin melakukan sedikit kecurangan. “Berhentilah bermain-main. Lakukan tugas kalian masing-masing.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai defeats
Baca
+Pustaka
FATED

FATED

Good old days, batinnya. [Yoon Jae’s POV] “Woah, akhirnya musuh satu ini mati juga!” Aku tertawa keras-keras kepada John di telepon—lebih tepatnya kami menggunakan discord, sih. Setelah berulang kali kami bermain dan berusaha untuk mengalahkan musuh kami di dalam gim, akhirnya kami berhasil juga. Itu menandakan bahwa taruhanku benar.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai defeats
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

tanyaku tiba-tiba mellow. Mas Wira menoleh dan menatapku. “Mungkin.” Aku menghela napas kecewa. “Sudah kuduga.” “Kamu ini kenapa kok kayak insecure banget sih?” Aku menunduk sedih. “Aku tuh sedih banget sering dikatain ‘Fita itu cantik tapi nggak sexy’, ‘Fita itu hampir sempurna tapi dadanya rata’, ‘Fita itu kayak bocah banget’.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai defeats
Baca
+Pustaka
Betrayal

Betrayal

Semoga saja tidak pernah ***. Victor berjalan dengan tenang melewati lobby gedung perusahaannya. Walaupun Victor tidak menunjukkan ekspresi apapun, aura yang melingkupinya tetap hitam. Bahkan, seketika lobby menjadi sunyi begitu Victor memasukinya. Para staf hanya berada menundukkan kepalanya, terlalu segan untuk menyapa Victor. Menurut para karyawan, Victor hanya memiliki tiga ekspresi, yaitu santai, dingin, dan tanpa ekspresi—walaupun tanpa ekspresi harusnya tidak termasuk dalam ekspresi, namun bagi Victor, tanpa ekspresi merupakan sebuah ekspresi. Dari ketiga ekspresi tersebut, yang paling menyeramkan adalah wajah tanpa ekspresinya.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai defeats
Baca
+Pustaka
Revenge

Revenge

Tamparan keras kembali mendarat di wajah Suli, namun Suli justru tersenyum ketika tangan Tania menyentuh kulit wajahnya. Dia merasa menang, karena berhasil membuat Tania tersulut emosi dan kehilangan kontrol ayas dirinya. "Kamu akan berlutut di bawah kaki Gendis, aku pastikan itu!" teriak Suli saat Tania pergi meninggalkan dirinya yang masih terikat tanpa mendapatkan informasi apapun. "Gendis, aku yakin, suatu saat nanti kamu pasti akan datang seperti janjimu," gumam Suli sebelum dia jatuh pingsan.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai defeats
Baca
+Pustaka
RUSAK

RUSAK

Ancamnya dengan muka nyolot serta mata yang terlihat mau keluar. "ANDA INI TIDAK PUNYA TATA KRAMA YA?! BAJU DOANG KEREN KELAKUAN KAYAK BINATANG MAIN SELONONG MASUK KE RUMAH PEREMPUAN!" Dengusnya sambil berkacak pinggang di tengah-tengah pintu masuk. Rima memamg tipe perempuan badas yang tidak kenal takut meski dengan lawan gendernya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai defeats
Baca
+Pustaka
Fated

Fated

kata Carson dengan nada sedih. “Apa? Apakah kamu serius?” bosku bertanya dengan nada khawatir. “Hm. Aku serius malahan udah dua rius,” jawab Carson. “Ayo cepat kita main,” kata bosku dengan panik. Aku menahan tawaku saat mendengarkan percakapan mereka. Bosku tidak tahu kalau dia telah jatuh ke dalam perangkap Carson. “Ayo kita bertaruh agar permainan ini lebih seru. Siapa yang mengisi semua bidang ini terlebih dahulu, maka dia akan menjadi pemenangnya dan jika kamu kalah, maka kamu harus mengabulkan apapun yang aku mau,” kata Carson.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai defeats
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

“Cicing! Naskleng! Apa maksud cai?” Tiba-tiba dari mulut Ni Kesumasari keluar kata-kata umpatan. Wayan Suri sudah tahu pasti yang mengumpat barusan bukan Mbok Yan yang sebenarnya. “Cang gedeg jak ci! Cang sube ngomong. Pesu! Pesu! Sing nyak pesu. Alih tongos len.” (“Saya marah pada kamu! Saya sudah ngomong. Keluar! Keluar! Tak mau keluar. Cari tempat lain.”
9.916.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 484 kali sebagai defeats
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua Untuk Menghancurkanmu

Kesempatan Kedua Untuk Menghancurkanmu

Chelsea berjongkok tepat di hadapan Laura yang tergeletak, ia tersenyum licik sambil menghembuskan napas berat, seolah sedang memamerkan kemenangannya di hadapan Laura. Dari tatapan merendahkan itu terlihat sorot mata kebencian yang ia tujukan pada Laura, tangan Chelsea mulai terulur memegang kasar dagu Laura, "hahh! dasar rendahan, beraninya kau bersaing denganku," Chelsea menyeringai. "Inilah akibatnya karena berani menginginkan pria milikku." Laura tidak mengatakan apa pun, ia hanya bisa menatap Chelsea yang memandang rendah dirinya.
303 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai defeats
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status