Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Complicated

Complicated

Kekuatannya yang tak sebanding dengan Dio membuat selalu tersudut dan tak mampu memberi perlawanan lebih. Di sini!! Ditempat ini! Gudang sekolah yang khas akan kegelapan dan menjadi tempat tikus bersemayam selama ini. Kini, tempat ini menjadi mimpi buruk bagi Agatha. Dio yang telah lepas kontrol, merobek bajunya, menjambak rambutnya dan tak henti mencumbunya. "KUMOHON JANGAAAN!!!" rintih Agatha di sisa tenaga yang dimilikinya.
2.5K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as delinquents
Read
+Library
KAMU KRIMINAL ISTIMEWAKU

KAMU KRIMINAL ISTIMEWAKU

Sementara itu, ada sebuah tulisan besar terpampang di tengah-tengah. AUSTIC. Kepanjangan dari Aussie Non-Fanatic. Para preman Aussie alumni pecandu tujuh dosa mematikan: kesombongan / pride, ketamakan / greed, iri hati / envy, amarah / wrath, hawa nafsu / lust, kerakusan / gluttony, dan kemalasan / sloth.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as delinquents
Read
+Library
Perjanjian Terlarang

Perjanjian Terlarang

“Maaf sudah menyakitimu. Kupikir tadi seorang pencuri.” Kecurigaan Moreau tidak sepenuhnya salah. Dia bisa mengatakan bahwa Abihirt merupakan salah satu dari mereka. Berdasarkan semua deskripsi yang dia tuduhkan kepada pria itu; ayah sambungnya persis seorang perompak yang merampok segala sesuatu yang dimiliki. Perasaaan; sisa kewarasan; tidak ada yang tertinggal. “Tidak pernah mengira kau akan punya pukulan sesadis itu.”
1031.6K viewsOngoingAdded to Library 664 Times as delinquents
Read
+Library
Perempuan Terlarang

Perempuan Terlarang

emosinya. "I--itu ... Itu ...." "Itu apa? Cepat katakan!" emosi Dendi semakin meluap. "Seminggu yang lalu saya mendapat laporan jika Anthony telah menggelapkan uang perusahaan, Pak dan laporan terakhir yang saya terima dia kini telah bergabung dengan salah satu saingan kita, Reinhr Company dan bekerja untuk mereka." Jelas Harris sedikit khawatir. "Brengsek! Harusnya aku mendengarkan saran papa dulu!" Ucap Dendi sambil menggebrak meja kerjanya.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as delinquents
Read
+Library
Dalam Dekapan Majikan Kejam

Dalam Dekapan Majikan Kejam

Dia membuka jaket tuanya, lantas melempar benda tersebut ke sembarang arah. Dia mendekatiku, sementara aku diam-diam mengambil patahan kursi bekas yang tergeletak di lantai dan menyembunyikannya di belakang tubuhku. “Saya pikir kamu berbeda. Tapi sayangnya kamu sama saja seperti yang lain. Murahan!” makinya. Aku membeliak, kalimatnya terdengar menghina. “Apa hakmu mengatakan hal seperti itu padaku? Apa maksudmu menyebutku murahan? Masalah apa yang pernah saya lakukan sama kamu, hah?”
10749 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as delinquents
Read
+Library
Miskin itu Memalukan

Miskin itu Memalukan

Aku bisa pulang ke rumah menantuku lebih awal dan memasak makan malam untukku dan Siva. Sebuah mobil berwarna hitam memasuki halaman dan parkir tepat di depan toko. Aku melihat ke luar, alhamdulillah masih ada pelanggan meskipun toko sudah mau tutup. Dua orang laki-laki berbadan tegap dan rambut berambut cepak turun dari mobil dan melangkah ke mari. Mereka berpakaian preman yaitu kemeja lengan pendek dan celana panjang. Aku berhenti menghitung uang dan menutup kembali lacinya. “Dengan ibu Fatmawati?” Tanya salah satu dari mereka setelah berduri tepat di depan meja kasir.
9.35.8K viewsCompletedAdded to Library 128 Times as delinquents
Read
+Library
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

Kami larut dalam ghibah dan gosip, acara pengajian yang sudah selesai kami lanjutkan acara ghibah, sebagai ketua geng gibah, aku harus bisa mencari bahan baru, siapa yang enggak datang, dialah yang jadi sasaran ghibah. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, tiga purnama sudah terlewat, tiga kali kami tak bayar cicilan. Lumayan juga. Tak ada datang menagih, asyik juga kalau begini terus, semoga urusan hukumnya gak kelar-kelar, biar bisa gratis terus.
1041.8K viewsCompletedAdded to Library 919 Times as delinquents
Read
+Library
Klandestin

Klandestin

Kalau dia ikut silat sih pasti menang, masalahnya dia kan tidak ikut begituan. "Ada apa?" tanyanya mencoba basa-basi. Biarpun mereka semua satu angkatan, yang berarti sama-sama kelas dua belas, bukan berarti Bestari seakrab itu, apalagi dengan murid-murid ini. Yang dengan jelas berbeda kelas. Melihat dari cara berpakaian mereka terlihat jelas mereka komplotan tukang bully. "Cih, sok polos!" Salah satu dari mereka mendecih.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as delinquents
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status