Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Shen Xiao

Shen Xiao

"Kau sudah tidak waras ya, Teng Fei?!" Shen Xiao cukup terkesima sesaat sebelum matanya menatap ke bawah tak ingin melihatnya. Seorang laki-laki yang memiliki penampilan begitu rapi dan cukup menawan dengan pakaian biru muda bercorak bunga plum, Chan Fan. Ia salah seorang murid suatu Perguruan atau Sekte besar yang di kenal di suatu kota besar yang hampir setara dengan Ibu Kota Kekaisaran. Chan Fan seorang murid dalam yang dikenal teladan dan beretika baik saat di dalam Sekte, tapi ketika di luar dia akan bersikap jauh lebih tegas dan memiliki ambisi besar dan dinilai sangat licik. Sampai kadang kala sikap Chan Fan itu membuat teman-temannya pada menjauh darinya.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai gu changge
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa Gombal

Kaisar Dewa Gombal

"Saya sedang belajar." "Jurus ketiga akan terbuka." Pemimpin berpakaian gelap menurunkan senjata, bukan menyerah, tapi dengan cara orang yang merevisi pendekatannya. "Kalau terbuka tanpa kendali di dalam kota ini, Medang Raya tidak akan berdiri sampai besok pagi." Ruangan hening. Mpu Jaga di depan tungku meletakkan palu tempa pelan dengan gerakan orang yang baru mendengar sesuatu yang tidak ia mau dengar.
613 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai gu changge
Baca
+Pustaka
Melawan Takdir Langit 2

Melawan Takdir Langit 2

Liu Changyan melanjutkan sambil menggelengkan kepalanya sedikit di sesalkan. "Di umurnya yang telah bertambah tua, ratusan tahun tidak memiliki seorang putra, maka tidak akan ada yang namanya Putra mahkota. Jadi, sebelum Kaisar Liu Changqing meninggal, beliau mengangkat seorang putra bernama Zhuo Changmin."
9.642.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai gu changge
Tampilkan Ulasan (30)
Baca
+Pustaka
Sape Piye
bang..kapan update ny??jgn kecewakan peminat novel mu bang...mgkin dugaan yg kamu hadapi berat tapi bykkan bersabar bang..insyaAllah nati byk kebaikan yg kamu dapat bang..teruskan update bang walau 1 bab 1 hari bang..tetap semangat bang...ak tetap tggu update ny bang..gemku semua tuk novel mu bang!!
Djisamsoe
Untuk pembaca setia dan merasa cerita ini harus terus berjalan, tolong bantuan share dan votenya, agar author tetap semangat untuk bekerja. Karena beberapa musibah yang terjadi baru-baru ini, author tampak sedikit kurang bersemangat..... 🥲🥲
Baca Semua Ulasan
Mahkota Darah sang PHOENIX

Mahkota Darah sang PHOENIX

Dengan apa yang dilakukan oleh Xiao Ying di dalam gurun es. “Benar Zhu Linglong. Jika ku lihat dari warna dan pola hanfu nya, itu milik Keluarga Xiao. Guru, pada saat itu, bernama Gu Changge. Dan pakaian Keluarga Gu bukan seperti yang dipakai orang ini,” jelas Cang Jue yang sudah veteran, mengetahui banyak informasi selain Zhu Linglong yang memang dikurung dalam waktu lama. Lantas Zhu Linglong menghembus napasnya, “apa… Xiao Ying ini, sedang menyucikan darah unggulnya?” terka Zhu Linglong, kembali fokus menyaksikan Cermin Ingatan.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai gu changge
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Tidak ada keuntungan sama sekali yang masuk ke dalam Kerajaan Nang Yue, yang di pimpin oleh Raja Champa. Li Jian Cheng alias Cheng-cheng kakak dari Li Shimin, menjadi urusan Kaisar. Namun Li Mi,paman Cheng-cheng atau adik dari Menteri Pertahanan Li Yuan ikut serta atas perintah Kaisar untuk mengawasi pekerjaan Cheng-cheng.
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai gu changge
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Pedang Naga Terakhir

Legenda Pendekar Pedang Naga Terakhir

jawab kwee Seng. "A-anak angkat Guang Lien-Hua? Dia bukannya anak pertama dari Guang Xu Xian sang Kaisar di Gunung Funsan … ." gumam Gong Jun. Gong Jun lalu memperhatikan Ho Xiuhuan dari atas kepalanya sampai ke bawah kakinya
1039.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai gu changge
Baca
+Pustaka
Mahkota Darah Sang Permaisuri Yang Terbuang

Mahkota Darah Sang Permaisuri Yang Terbuang

begitu tampan hingga tampak tidak nyata, dengan rahang tegas dan sepasang mata elang berwarna hitam legam yang mampu menembus jiwa seseorang. Dialah Chu Canglan. Sang Dewa Perang yang ditakuti di perbatasan, pria yang memegang separuh kekuatan militer kekaisaran di tangannya. Chu Canglan menatap gadis remaja di depannya. Matanya menyipit saat mengenali garis wajah itu. "Putri sulung Jenderal Besar Shen... Shen Qingge? Berani sekali kau menghadang keretaku. Apa kau pikir nama besar ayahmu bisa melindungimu jika aku memutuskan untuk memotong lidahmu malam ini?"
462 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai gu changge
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

goda Handa. Ya, saat ini rambut Satria benar-benar habis. Bukan karena sakit, tetapi karena faktor usia akhirnya Satria harus merelakan rambutnya. Meskipun berkepala plontos, Satria tetaplah tampan dan kaya tentunya. Handa hanya bisa bersyukur kala memiliki suami berkepala plontos yang memiliki kekayaan mendekati Jeff Bezos dan sikap bijak mendekati Maman Suherman.
1034.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai gu changge
Baca
+Pustaka
RAVANGGHEA

RAVANGGHEA

’’titah-nya ‘’Dan, kamu? Silahkan perkenalkan diri dulu.’’ Diangguki Lia. Lia lalu menghadap kedepan, kearah teman temannya. Sedikit tersenyum tipis, ‘’Revalia Angghea, Reva.’’ dan disambut senyuman manis oleh seluruh Siswa/i yang ada di kelas XI MIPA 3 ‘’Oke, perkenalkan saya Adrina guru Fisika disini, Panggil saja Bu Rina. Silahkan Reva kamu duduk disamping Celo.''
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai gu changge
Baca
+Pustaka
Kelana Penyintas Waktu

Kelana Penyintas Waktu

terang Zhao Yìchen. "Rambut dan yang lainnya, sama?" "Ehm, beda. Hu Guang rambutnya gaya Manchu. Badannya juga lebih pendek dari Jeremy. Tapi, kekarnya sama." "Ko, rambutnya jelas beda," seloroh Zheung To Mu. "Hu um. Yang 1, produk jadul. Satunya, makhluk modern," sahut Cheung Jianzhen Rui, Adik Chyou.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai gu changge
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ada satu kisah yang selalu membuat aku menatap bulan dengan cara berbeda: Chang'e, si dewi bulan dalam mitologi Tiongkok.

Dalam versi yang paling populer, ia adalah istri pemanah legendaris Hou Yi. Setelah Hou Yi menembak sembilan matahari dan dianugerahi ramuan keabadian, kisahnya berubah jadi tragedi romantis—entah karena ia keburu menenggak ramuan sendiri untuk mencegah pencurian, atau karena ia dipaksa meminumnya—Chang'e melayang ke bulan dan menetap di sana. Di sisi bulan ia tidak sendiri; ada kelinci perak yang menemani, sering disebut Kelinci Giok (Jade Rabbit), yang mengaduk ramuan atau menumbuk obat di sana.

Versi-versi lain memberikan nuansa berbeda: kadang Chang'e digambarkan sebagai korban takdir, kadang tokoh yang memilih pengorbanan demi melindungi manusia. Perannya meluas jadi simbol rindu, kehilangan, dan kerinduan berkumpul—makanya kisahnya melekat erat pada Perayaan Pertengahan Musim Gugur. Buatku, setiap melihat bulan purnama dan kue bulan, ada rasa hangat sekaligus sedih yang mengingatkan aku pada cerita ini.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status