Desah Di Kamar Sebelah
“Aku mau sama-sama aja, Mas. Nggak apa-apa, kan?”
Mas Anwar menoleh sembari menyangkutkan handuk putih di pundaknya. Sorot mata suamiku terlihat sayu. Belum lagi ekspresi wajahnya yang tampak agak malas-malasan.
“Terserahmu saja, Sayangku. Oh, ya, kamu masak apa untuk makan malam kita?” Mas Anwar bertanya sambil berkacak pinggang di depanku.
“Bihun goreng, sup labu, dan sapi lada hitam, Mas,” jawabku sembari menggigit bibir bawah.