Chemistry Chapter
Tok!
Hasan berjalan mendahului untuk membuka pintu. Begitu daun pintu terbuka, sosok Dewa sudah berdiri tegak di sana. Pria itu mengenakan kemeja lengan panjang bercorak gelap. Wajah tampannya terlihat luar biasa tegang, dan matanya langsung bergerak melewati bahu Hasan, mengunci pandangan pada Zea yang berdiri di ruang tengah.
"Selamat sore, Om," sapa Dewa sopan pada Hasan, berusaha meredam amarah di matanya. "Saya datang untuk menjemput Zea. Jadwal fitting baju adalah sore ini karena desakan Oma."