Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Giok Naga Sang Kultivator Dewa

Giok Naga Sang Kultivator Dewa

Mereka tidak tahu apa yang dimaksud dengan lentera Iblis, tetapi kata-kata penyusup itu jelas menunjukkan bahwa sesuatu yang sangat penting dan berbahaya sedang berlangsung. Dengan tekanan energi yang semakin kuat, bagian bawah altar mulai bergetar. Beberapa batu besar bergerak, mengungkapkan sebuah Lubang Rahasia di bawah altar. Dari dalam lubang itu, sebuah Lentera Kuno yang berkilauan dengan cahaya merah menyala keluar, terbungkus dalam lapisan debu dan kotoran. Lentera ini tampak sangat tua dan memiliki lambang-lambang yang misterius di sekelilingnya.
9.318.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

Dan di jantung Istana Song Selatan—di bawah cahaya bulan dan lampion merah. Pertempuran yang dapat mengguncang takhta kerajaan akhirnya meledak.
1026.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 849 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
ANUBIS

ANUBIS

“Ikuti aku, kita akan melarikan diri ke laut merah,” Musa terpojok di bibir pantai laut merah, tidak ada jalan keluar lagi “Bagaimana ini Musa, aku sudah bersedia mengikutimu sampai sini!” salah seorang pengikutnya berseru panik. “Dimana letak kebenaran yang kau bilang kemarin, di dasar laut merahkah?”
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

"Diam." Delia menurut, bahkan jendela dan pintu gerbong sudah mendapat cap tangannya. Semua orang tersenyum bangga, ternyata Deryn ingin menciptakan kematian palsu di gerbong 4. "Kenapa kau tidak bilang dari tadi?" tegurnya. Deryn hanya mengedikan bahu. "Kau mana mau mendengarkanku." Andin menyodorkan lipstik merah marun, teksturnya cair. Delia langsung tersenyum licik.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Benang Merah

Benang Merah

Lantas apakah benang merah akan menghampiri dua sejoli itu? To be continued.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Panglima Kalamantra

Panglima Kalamantra

bisik Rion. “Kau baik-baik saja, Penyihir Merah?” Gadis itu berdiri dengan napas merengap dan kimono birunya yang penuh bercak darah merah. “Maaf, aku butuh waktu sedikit lebih lama untuk sampai ke sini,” seringainya. “Benteng ini sangat aneh, kan? Bukan hanya tidak ada orang, tapi rupanya kalian menyembunyikan lab di bawah sini!”
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Di Bawah Tanah Myrdan Arlen, Darian, dan Iris bersembunyi di dalam labirin bawah tanah yang lembab. Mereka telah berkumpul dengan pemimpin kelompok pemberontak lainnya untuk merencanakan serangan besar mereka. Peta besar yang tersebar di atas meja menunjukkan benteng utama pasukan kerajaan, tempat yang menjadi pusat kendali Jenderal Terek. “Serangan malam ini harus berhasil,” kata Arlen sambil menunjuk titik pertahanan terlemah di sisi timur. “Iris, kau yakin bisa menonaktifkan penjaga menara?”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Sang Pemburu Naga

Sang Pemburu Naga

Panggil Panglima Gyeonggukdae. "Ba-baik, Panglima." Muhan menggegas langkah, lantas berkumpul dengan rekan sejawatnya yang sama-sama tidak mendapatkan apa pun. Selagi rombongan yang satu itu melangkah ringan, sesuatu tengah bergerak tanpa suara di ruang bawah tanah yang sempat Muhan masuki tadi. Menyatu dengan kegelapan, sosok tersebut membuka kelopak matanya, lalu memperlihatkan warna merah menyala yang mencekam.
102.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Saat ia terus membolak-balik halaman demi halaman dokumen tersebut, matanya tertumbuk pada sebuah catatan tulisan tangan di bagian bawah salah satu halaman: "Lonceng Kematian - tanda-tanda akan muncul sebelum bunyi lonceng terdengar." Gracya merasakan bulu kuduknya berdiri saat membaca kalimat itu. Lonceng kematian bukan sekadar legenda atau mitos; ada sesuatu yang nyata terjadi di rumah sakit ini—sesuatu yang gelap dan penuh misteri. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari luar pintu ruang arsip. Jantung Gracya berdetak lebih cepat saat ia mematikan senter ponselnya dan menahan napas dalam-dalam.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status