Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
Mad Blooming Queen

Mad Blooming Queen

Gadis itu tidak merasakan tangannya terikat dan ini juga kali pertamanya dia melihat sebuah benang merah menghubungkannya dengan seseorang. Fiona membawa jarinya yang terikat oleh benang merah mendekat. Warna merah pada benang tersebut terlihat berbeda dari warna lainnya, warnanya begitu menyala seperti mahkota mawar merah yang begitu indah. Saat Fiona menggerakkan jarinya, benang tersebut bergerak sedikit, tetapi dia masih tidak merasakan beratnya maupun jarinya seperti terikat oleh sesuatu. [Aaaahh… benang merah takdir, sistem ini tidak menyangka bisa melihatnya di tangan Anda, Nona!!]
105.0K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 199 veces como penelusuran benang merah
Leer
+Biblioteca
Sang Pewaris Alfa: Pasangan Sejati Lycan

Sang Pewaris Alfa: Pasangan Sejati Lycan

Bergerak ke kiri, kami terus menavigasi jalan kami ke depan, dan segera, aku mulai menyadari pola benang merah kecil yang diikatkan di dahan-dahan secara linier, dan semakin jauh kami pergi, semakin banyak aku melihatnya masih berjejer seolah-olah mereka adalah… Tunggu. Apakah itu petunjuk? “Hei kalian, lihat ini,” aku cepat-cepat menunjuk ke arah benang-benang itu. “Mereka terlihat seperti petunjuk.” “Benar,” kata Jude sambil memeriksa salah satunya. “Apakah ini berarti kita semakin dekat?” “Firasatku mengatakan kita memang semakin dekat,” jawabku. “Ayo terus bergerak.”
10486 vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 17 veces como penelusuran benang merah
Leer
+Biblioteca
Red Dazzling

Red Dazzling

Kalimat Dazzle membuat Domi menghela napasnya, tapi masih belum sepenuhnya mempercayai Dazzle. “Aku penasaran ada apa? Kenapa Merah pingsan saat ayah kalian menelepon?” selidik Dazzle. “Mungkin kamu sudah mendengar setengah ceritanya. Merah, mungkin bisa dibilang sedang melarikan diri dari keluarga. Aku berharap di sini tak akan bisa ditemukan. Tapi sepertinya, mereka gigih untuk mencari Merah. Mungkin, demi nama baik mereka,” kata Domi sambil memijit kepalanya.
105.1K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 131 veces como penelusuran benang merah
Leer
+Biblioteca
Petaka Dua Garis Merah

Petaka Dua Garis Merah

Aku harus segera pulih. Mas Rendi mencari jilbab instan di dalam lemari. Jilbab berwarna merah marun berada di tangannya. Warna yang kontras dengan daster hijau yang ku kenakan. "Di pakai dulu, baru kita ke bidan." Kukenakan hijab itu, meski tak cocok dengan daster lengan panjangku. Perlahan Mas Rendi memapah tubuhku yang terasa lemas. Aku tak memiliki tenaga untuk berdiri sendiri.
103.0K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 96 veces como penelusuran benang merah
Leer
+Biblioteca
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Tangan Pakdo Ramli masih mengacungkan kalung itu. Jeritan Menur memecah langit Desa Kumpeh. Sosoknya berusaha melepaskan diri dari makhluk merah yang terlihat murka, sedangkan Pakdo Ramli kembali duduk bersila. Matanya terpejam. Konsentrasinya fokus pada sosok Menur yang bergetar hebat sekuat tenaga seperti hendak keluar dari raga si makhluk merah.
106.0K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 227 veces como penelusuran benang merah
Leer
+Biblioteca
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

“Kita di sini buat kerja, bukan nge-drama. Ingat misi kita: investigasi urban legend kuntilanak merah, bikin konten eksklusif, upload sebelum Jumat Kliwon minggu depan, dan viral.” “Viral sih... tapi jangan sampe nyawa kita yang diviralkan.” Mereka berdua berjalan menyusuri jalan setapak desa. Rumah-rumah tua berdiri berderet, sebagian sudah lapuk dimakan usia. Jendela-jendela tertutup rapat, seolah penduduknya enggan melihat dunia luar. Di kejauhan, lonceng dari masjid kecil berdentang tiga kali, menciptakan gema hampa.
886 vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 28 veces como penelusuran benang merah
Leer
+Biblioteca
Pencarian Dalam Dendam

Pencarian Dalam Dendam

Setela mereka asyik mengobrol dan malam mulai larut, Lita dan sahabatnya sepakat untuk menyalami kedua mempelai di atas panggung sebelum pulang. Ketika jarak mereka semakin dekat dengan panggung, Adrian baru menyadari wajah mempelai pria. “Bukankah itu Ben? Dia salah satu anak buah si Tua bangka yang bekerja di kepolisian. Dia juga yang mencari identitas Lita di kampusnya empat bulan lalu dan Levin berhasil memberi informasi palsu padanya. Dia tidak boleh melihat wajah Lita! Tapi bagaimana caranya? Lita pasti tidak akan mau jika aku melarangnya untuk tidak ke panggung, tapi jika ia tetap ke sana, Ben akan mengenalinya.”
105.7K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 137 veces como penelusuran benang merah
Leer
+Biblioteca
Langit Merah

Langit Merah

Fiona terdiam. "Apa tujuan kalian masih bisa bernapas saat ini? Hei, Ter, kau masih mau mencari saudara kembar yang selalu kau khawatirkan itu, kan? Kau sudah mencari dari satu kota ke kota lain. Cuma Sentral yang belum kau kunjungi. Oh iya, aku lupa bertanya pada saudara kembar dari kelompok ini yang berambut pirang dan yang kami bawa yang berambut hitam. Mungkin diantara pasangan saudara itu, ada dari mereka yang kenal dengan orang namanya Peter?" Fiona bingung dengan nama Peter, siapa itu?
102.4K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 47 veces como penelusuran benang merah
Leer
+Biblioteca
Bahagia Tanpamu, Mas!

Bahagia Tanpamu, Mas!

Mulai sekarang ibu berjanji akan mengganti luka yang telah ayahmu torehkan dengan sebuah kebahagiaan. "Mbak benang warna putih, merah dan hitam ya," ucapku seraya memberikan potongan kain untuk contoh warna benang. Sambil menunggu, ku lihat setiap sudut toko ini berharap tidak bertemu dengan Mas Bagus. Jujur aku tak tahu harus bicara apa jika sampai bertatap muka dengannya. Alhamdulillah, aku bisa bernafas lega karena Mas Bagus tak ada di sini. Setidaknya aku tak bingung harus bagaimana?
1032.8K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 917 veces como penelusuran benang merah
Leer
+Biblioteca
Malam Terakhir di Singgasana

Malam Terakhir di Singgasana

Dia berkata benang itu berasal dari sebuah kuil, dan melilitkan benang itu di pedangnya akan melindunginya dari bahaya dan mengubah kemalangan menjadi keberuntungan. Kini, benang merah itu telah lama memudar dari warna aslinya. Warna merah tua yang cemerlang itu, setiap kali dia menggenggam pedang, warnanya menyerap dari telapak tangannya ke dalam tubuhnya, menyatu dengan darahnya. Dalam momen-momen nyaris mati yang tak terhitung jumlahnya di medan perang, hanya karena memikirkan wanita itu, dia dapat menggertakkan gigi dan bangkit lagi dan lagi, mengayunkan pedangnya kembali.
984.5K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 3.0K veces como penelusuran benang merah
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
123456
...
9
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status