Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tanda Cinta Tuan Benjamin

Tanda Cinta Tuan Benjamin

Mesin meraung, rombongan melaju kencang menembus malam—menuju titik merah di layar pelacak, tempat Rhea berada. Rombongan Benjamin melaju kencang, awalnya membelah jalan kota besar yang masih dipenuhi deretan perumahan modern. Lampu-lampu jalan berpendar di kaca mobil, memantulkan bayangan wajah-wajah tegang di dalamnya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
PENDEKAR PEWARIS SISTEM

PENDEKAR PEWARIS SISTEM

“Tunggu… lihat bagian di bawah dadanya!” Mereka semua menoleh. Di tengah tubuh makhluk itu, tepat di bawah lehernya, ada sebuah inti bercahaya merah yang berdenyut pelan. Lucian tersenyum tipis. “Itu dia.” Dia berbalik ke arah kelompoknya. “Kalian tahan makhluk ini, aku akan mengincar titik itu.”
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Semua menatap ke atas net. Di sana berdiri sosok wanita berambut panjang terurai, mengenakan gaun merah pudar, mengambang beberapa sentimeter di atas tanah, tanpa kaki. "Makkk... KUNTILANAK MERAHHHH!!" jerit seseorang yang suaranya nyaring, entah siapa.
949 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Warisan Kuno: Kembalinya Sang Pewaris

Warisan Kuno: Kembalinya Sang Pewaris

“Pulau ini menyimpan rahasia yang lebih dalam dari Bayangan Murni.” Genta menambahkan, “Dan aku rasa, titik merah di selatan baru permulaan.” Pesawat pun lepas landas meninggalkan Pulau Adikara. Namun dari bawah tanah, sebuah mata merah menyala, menyambut kelahiran kembali sesuatu yang telah lama terkubur.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Raga dan Lentera

Raga dan Lentera

Lentera menatap langit yang semakin sore, warna senja mulai menampakkan diri, memberi tau pada dunia bahwa tugasnya hari ini sudah hampir selesai dan akan di gantikan oleh sang bulan. Dan itu artinya, setelah ini ia harus bertemu lagi dengan Raga saat makan malam. Tapi setidaknya itu lebih baik, hatinya pun terasa lebih lega dan nyaman ketika ia menjaga jarak dengan Raga. Lentera pun mengayuh sepedanya, di temani oleh beberapa keributan klakson mobil dan motor yang ada di sekitarnya. Jalanan tentu saja macet, karena ini sudah jam pulang kerja. Dan Lentera bersyukur saat ia tidak perlu mengalami kemacetan jalan raya karena ia memakai sepeda.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Cinta Merah Muda

Cinta Merah Muda

Cewek yang baru saja akan merebahkan dirinya di kasur itu mendengus kesal. "Siapa?" teriaknya sebelum bergerak untuk membuka pintu. "Kalan," sahut laki-laki yang berada di balik pintu tersebut. Suaranya terdengar tenang dan rendah. Cewek berambut merah muda itu mengernyitkan dahi. Kenapa dia tiba-tiba datang? "Ada apa?" tanyanya lagi. Masih tidak beranjak dari kasur.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Teror Kumara Merah

Teror Kumara Merah

Ia tak menyadari di bawah pohon kersen yang tampak gelap, sesosok gadis bergaun merah, berdiri depan warungnya dengan pandangan kosong. "Ini semua belum berakhir, Mas Min." *** Catatan kaki : *Tolak bala : menolak kekuatan jahat/bencana *Wedang Uwuh : seduhan teh atau herbal seperti sampah. *Menjelang malam, dirimu akan lenyap Jangan bangun dari tempat tidurmu Awas jangan menampakkan diri Aku sedang dalam kemarahan besar Jin dan setan yang kuperintah
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Langit Merah

Langit Merah

Morgan tersenyum, penjelasannya berhasil membungkam rekannya. Morgan yakin, Ter juga pasti berpikir wilayah ini tidak seperti wilayah sekitar kota lain. Meski ini di luar Sentral dan hutan memenuhi, di sini juga bekas reruntuhan yang sering dijadikan tempat bisnis gelap. Sekarang ia bisa pergi. Setelah berjalan setengah jalan, Morgan menyipitkan matanya melihat sesuatu. Fiona? batinnya terkejut.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

Pada saat itu, naga merah tua itu menyampaikan suaranya: "Nak, ada fluktuasi aura khusus di bawah sana." "Di bawah, fluktuasi?" Lin Xuan terkejut, lalu mengerti, dan matanya berbinar. Di Lembah Beku ini, satu-satunya hal yang mungkin menarik perhatian Naga Merah adalah Teratai Iblis Es dan Salju. Sedangkan untuk yang di bawah, itu seharusnya berada di bawah lapisan es. "Mungkinkah Teratai Es dan Salju berada di bawah es?" Lin Xuan bertanya-tanya.
1012.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 482 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Di Bawah Selimut Tetangga

Di Bawah Selimut Tetangga

Sagara memegangnya erat setiap lampu merah, ibu jarinya mengusap punggung tangan Aruna berulang-ulang. Sesampai di basement apartemen, Sagara memastikan lift kosong sebelum membawa Aruna masuk. Pintu kartu akses lantai 6 berbunyi bip lembut. Sagara langsung menuntun Aruna ke sofa panjang di ruang keluarga. Jendela besar menghadap kota, tapi tirai sudah ditutup setengah agar cahaya tidak terlalu terang. “Duduk dulu. Saya ambilkan air hangat.”
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai di bawah lentera merah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status