Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Semua sosok berjubah putih menunduk, lalu perlahan—menghilang, satu per satu, seperti asap tertiup angin. Langit Jakarta yang merah mulai memudar menjadi abu-abu. Api di puncak Monas mengecil. Gerbang ketiga… tertutup. Kirana menangis di sisi tubuh Revan. “Kau bodoh… kenapa kau harus jadi pahlawan sendirian…” Dia menunduk, memeluk tubuhnya. “Kalau ini cara menutup rumah… maka aku akan menjaga namamu. Sampai dunia ini hancur sekalipun.”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as dibawah bendera revolusi
Read
+Library
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Dia segera berbalik dan menghilang ke dalam kegelapan, membawa pesan maut yang akan mengubah nasib seorang bangsawan yang ragu-ragu. Saat pria itu menghilang, Seraphine kembali menatap ke arah kota di bawahnya. Fajar akan tiba sebentar lagi, dan dengan itu, gelombang pertama dari apa yang akan menjadi badai terbesar dalam sejarah Edholm. Pemberontakan ini tidak lagi sekadar permainan politik. Ini adalah peperangan untuk masa depan. Siapa pun yang tidak memilih sisi, akan dihancurkan di antara gigi roda revolusi yang berputar.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as dibawah bendera revolusi
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Harga energi yang tinggi membuat pesta kedinginan pada penduduk negeri yang lapar yang kedinginan karena putus asa. Di Place de la Concorde, rakyat Prancis menari dengan kostum Revolusi 1789, tapi tarian mereka direkam jadi NFT yang tak laku. "Liberté, Égalité, Fraternité!" teriak mereka, sementara drone pemerintah menyebarkan gas air mata beraroma croissant basi. Seorang remaja mengacungkan tablet rusak: "Di sini, bahkan pemberontakan kita sudah jadi komoditas!"
3.3K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as dibawah bendera revolusi
Read
+Library
PEDANG NAGA LANGIT

PEDANG NAGA LANGIT

Dan fajar itu pun datang. Bendera Kekaisaran berkibar tinggi. Li Feng berdiri di depan pasukan kecilnya. Di belakang sana, ribuan lainnya mulai bergerak ke jalur pegunungan. “Saudara-saudaraku!” suaranya menggema. “Kita mungkin tak akan kembali. Tapi selama darah masih mengalir, selama pedang masih bisa digenggam… kita akan berdiri!”
8.44.3K viewsCompletedAdded to Library 108 Times as dibawah bendera revolusi
Read
+Library
ANUBIS

ANUBIS

Glo menepuk pundak pria bercambang putih itu, bermaksud menenangkan. “Kita akan menyelesaikan ini semua secepatnya, dengan pengorbanan kita nanti, era revolusi akan segera dimulai, tentu jika ritual itu berhasil!” Panglima Misri menjelaskan, dengan raut muka halus, tersenyum.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as dibawah bendera revolusi
Read
+Library
Kisah Si Dewa Perang

Kisah Si Dewa Perang

Dia adalah seorang ahli strategi dan pandai memobilisasi nafsu tentara. "Rebut Kota Tua Selatan! Hancurkan Kepolisian! Selamatkan Jendral kita!" "Rebut Kota Tua Selatan! Hancurkan Kepolisian! Selamatkan Jendral kita!" "Rebut Kota Tua Selatan! Hancurkan Kepolisian! Selamatkan Jendral kita!" Lebih dari sepuluh ribu perwira dan tentara berteriak dengan satu suara. Perasaan mereka memuncak, dan suara mereka bergema di langit.
8.4575.5K viewsCompletedAdded to Library 16.7K Times as dibawah bendera revolusi
Show Reviews (79)
Read
+Library
Imgnmln
Permisi kk yang baik hati^^ mohon maaf sebelumnya, izin promosi yaa. Sambil nunggu update, mampir juga ke Novelku... Sang Penguasa dan Tuan Muda Konglomerat>>Tokoh utamanya cool, keren, beda dari yang lain ga gampang ditindas lohh. Terima kasih^^
Astar Simpu
ceritanya sangat bagus. kesabaran kenji perlu diberi apresiasi. begitu pula dengan elena yang tidak silaudengan godaan laki laki laindan tetapmempertahankan rumah tangganya walau selalu menjadi bahan ejekan dan di bully habis habisan oleh keluarganya..
Read All Reviews
Kebangkitan Sang Bayangan

Kebangkitan Sang Bayangan

“Aku tidak ingin mengulang kesalahan itu. Jika kalian ingin hidup di bawah bayangan keluarga Ombra, kalian harus mengikuti aturanku: tidak ada perbudakan, tidak ada perdagangan manusia, dan tidak ada kekerasan yang tidak perlu.” Beberapa pemimpin tampak ragu, tetapi yang lain melihat kesempatan untuk perdamaian. “Aku akan memimpin dengan cara yang berbeda,” lanjut Luca. “Tapi jika kalian melawan, aku tidak akan ragu untuk menghancurkan kalian.” ** ### Di Bawah Bayangan Ombra Malam itu, Luca berdiri di balkon markasnya, memandang kota yang kini berada di bawah kendalinya. Di sampingnya, Marco berdiri diam, menikmati momen tenang itu.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as dibawah bendera revolusi
Read
+Library
Kesempatan Kedua Sang Legenda

Kesempatan Kedua Sang Legenda

"Dia tak membunuhnya langsung, tapi gurunya mati karena perbuatannya." "Itu sama saja, kan!" "Beda dong." Kael bersedekap, memilih kata-katanya dengan hati-hati. "Gurunya terlibat dengan Kelompok Revolusioner." "Kelompok Revolusioner?!" Belinda dan para tentara bayaran tersentak kaget. Mereka pikir tak akan ada yang lebih mengejutkan lagi, ternyata masih ada. Kelompok Revolusioner adalah organisasi radikal paling terkenal di benua ini, yang meneriakkan kesetaraan dan pembagian kekayaan.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 108 Times as dibawah bendera revolusi
Read
+Library
Satu Malam Bersama Duke

Satu Malam Bersama Duke

Bruk! Tiang terakhir yang menegakkan bendera musuh akhirnya tumbang dan jatuh menghantam tanah berlumpur. Sebagai gantinya, bendera kekaisaran dengan sulaman benang emas dikibarkan tinggi-tinggi, berkibar gagah menantang langit utara yang kelabu. Musuh telah menyerah. Garis pertahanan terakhir kaum barbar telah dihancurkan sepenuhnya.
9.953.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as dibawah bendera revolusi
Read
+Library
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Dan di detik itu, Putusan Jagat ditetapkan: Dunia boleh berubah, hukum boleh runtuh, tapi keberadaan yang lahir dari kasih dan perjuangan… akan selalu menemukan jalannya kembali. Lelana menatap mereka, senyum tipis di bibirnya. “Jadi beginilah bentuk revolusi yang sebenarnya — bukan menghancurkan, tapi menulis ulang.” Aaron menatap cakrawala baru, napasnya tenang. “Belum selesai, Lan.” Ilham menatap ke depan, matanya bersinar biru lembut. “Ini baru halaman pertama.” Cahaya menelan mereka perlahan — dan untuk pertama kalinya sejak permulaan segala dunia, Jagat menulis dirinya sendiri.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as dibawah bendera revolusi
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status