Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sikap Suami Yang Berbeda Padaku

Sikap Suami Yang Berbeda Padaku

Namun, ia sendiri tidak pernah menganggapku sebagai makmum. Tubuhku masih bergetar saat aku membuka bungkusan berisi beras. Segera kucuci seperempatnya saja untuk makan malam ini dan besok pagi. Setidaknya perutku dan Mawar harus terisi malam ini. *** “Bunga.”
1039.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 915 kali sebagai dimalam ini kusiapkan diri
Baca
+Pustaka
Aku Rela Dimadu!

Aku Rela Dimadu!

"Aku ingin mengajak mu makan malam, apa kamu bisa?" Menatap jam di kamar yang menunjukkan setengah enam malam Zahwa sampai lupa memasak untuk dirinya sendiri karena harus mengurus Abel yang masih menangis sampai sekarang. "Maaf mas aku gak bisa" "Kenapa?"
6.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai dimalam ini kusiapkan diri
Baca
+Pustaka
Daniel Si Pengembara

Daniel Si Pengembara

ucap Trev "terserahlah" Malam paling canggung yang pernah kualami terjadi pada hari ini.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai dimalam ini kusiapkan diri
Baca
+Pustaka
Ludus

Ludus

monolognya dengan tatapan kosong. Ia berniat tidak akan ikut makan malam hari ini, ia juga sudah megunci pintu agar tidak ada yang masuk ke kamarnya, untuk hari ini biarlah ia bersikap egois dengan tidak memperdulikan sekitarnya. Hari ini ia amat lelah.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai dimalam ini kusiapkan diri
Baca
+Pustaka
Oh Baby (INDONESIA)

Oh Baby (INDONESIA)

Dia memegang pisau tajam yang digunakannya untuk mengiris bawang. “Sophia, lihat aku.” Sophia membalikan badan dan langsung menutup wajahnya menyadari Sophia merekamnya. “Apa yang sedang kau lakukan?” “Aku harus merekam kegiatan terakhirku di sini,” ucapnyan merekam diriya sendiri. “Sophia, bisakah kau membuatkan susu untukku?” “Aku sedang membuat omelet.” “Ayolah,” ucapnya memaksa.
109.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai dimalam ini kusiapkan diri
Baca
+Pustaka
WANITA YANG DIRAHASIAKAN SUAMIKU

WANITA YANG DIRAHASIAKAN SUAMIKU

Pagi ini aku tidak memasak, ataupun melakukan aktivitas lain yang biasa kulakukan. Aku terus berbaring di dalam selimut sambil memeluk Naya. "Dek," panggil Mas Nizam membuatku menyingkap selimut dan menatap ke arahnya yang sudah berdiri di depan pintu. "Ya, Mas, kenapa?" "Coba kamu ke sini dulu," pintanya dengan wajah melas.
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 478 kali sebagai dimalam ini kusiapkan diri
Baca
+Pustaka
KUHANCURKAN KARIR SUAMIKU DAN SELINGKUHANNYA

KUHANCURKAN KARIR SUAMIKU DAN SELINGKUHANNYA

Beliau pasti paham kegelisahanku sebagai orang yang menumpang. "Kalau gitu, kamu boleh bantuin saya masak," ujar Bu Senja kemudian. "Kebetulan hari ini saya mau masak makan malam sendiri. Udah lama saya nggak masak buat Dimas. Tolong bantuin saya, ya?"
1075.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai dimalam ini kusiapkan diri
Baca
+Pustaka
Chasing the Sexy Nerd

Chasing the Sexy Nerd

"Malam ini gue nggak mau mimpi, nggak pengen ada mimpi sama sekali." --
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai dimalam ini kusiapkan diri
Baca
+Pustaka
Ketika Istri Sudah Mati Rasa

Ketika Istri Sudah Mati Rasa

Meminta Om Wijaya mencarikan dua Asisten Rumah Tangga untuk melakukan semua tugas yang aku handle sendiri selama ini. "Bu, makan malam sudah tersedia." Siti mengingatkanku yang masih mematut diri di depan cermin. Dengan pakaian malam yang modis aku kenakan, meski hanya di rumah saja. Dandanan yang natural membuat aku semakin percaya diri. Sengaja aku lakukan ini agar Ryan menyadari kebodohannya yang lebih memilih kerikil di banding berlian yang tersimpan apik. Bukan ku memuji diri sendiri, tapi ku rasa itu kiasan yang tepat. Benar nggak?
915.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai dimalam ini kusiapkan diri
Baca
+Pustaka
Istri Belian

Istri Belian

“Aku selalu memegang kata-kataku.” “Baiklah.” Aku melepaskan tangannya agar dia bisa rileks, karena dia terlihat sangat tegang. Aku mau dia mengenang malam ini sebagai malam penuh kesan. “Kamu tahu mengapa aku memilih malam ini untuk menggunakan kupon makan dari Kakak?” “Ng, tidak.” Dia menggeleng bingung. “Apa kamu tahu besok tanggal berapa?” tanyaku lagi.
1049.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai dimalam ini kusiapkan diri
Tampilkan Ulasan (30)
Baca
+Pustaka
Meina H.
Cerita Delima dan Benedict berakhir sampai di sini. Terima kasih banyak sudah setia mengikuti kisah mereka sampai selesai, ya, teman-teman. ♡ Aku keasyikan bercerita sampai kelebihan 2 bab. Hahaha .... Semoga teman-teman tidak keberatan. Bagaimana menurut pembaca mengenai kisah mereka?
M V Cahyawati
Hai Meina, akhirnya selesai juga aku membaca kisah Delima dan Ben ini, gak menyesal aku bacanya, ceritanya sangat menarik hatiku, terimakasih atas karyamu yg sangat bagus ya..semoga semakin kreatif deh membuat cerita2 baru lainnya dan aku akan tetap menjadi penggemarmu..Salam sehat selalu buat Meina
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status