Menantuku Selalu Diam Di Kamar
Sepertinya ia malu, saat aku membahas tentang racauannya saat malam pertama semalam, ketika aku memberi nafkah batin padanya.
"Udah ah jangan bahas itu, malu kalau ada yang dengar! Lebih baik kita jalan-jalan aja yuk, Mas, mumpung udaranya masih fres belum banyak polusi," ajak Risma, sambil menggandeng tanganku.
"Ya ayolah, Sayang," sahutku, sambil mengusap pucuk kepalanya.
Kemudian kami pun pergi meninggalkan hotel tempat kami bermalam.