KINASIH
Amarah di hati tak lagi dapat terbendung, apalagi kata-kata yang didengar terkesan penuh hinaan.
Yatmi tak terima, pun dengan Jatmiko yang kini maju selangkah, mendekat dengan tangan terangkat, siap membalas.
Asih mundur, memejamkan mata, seraya merapalkan do'a. Amarah itu bercampur dengan ketakutan dan -kesedihan.
"Cukup!"
Capítulos em Alta