Malam Pertama Sang Istri Kontrak
Arga menjawab pelan tapi tegas, “Justru itu, Pak. Saya mau semuanya bersih. Tapi kalau barang hilang tanpa tanda tangan, saya juga punya hak minta klarifikasi.”
Damar diam lama sebelum berkata datar, “Hati-hati, Pak Arga. Kadang orang yang terlalu bersih malah kelihatan mencolok.”
Sambungan terputus. Aisyah yang mendengarnya menatap cemas. “Ga, ini mulai nggak beres.”
Arga menatap jendela kios, melihat pantulan dirinya sendiri. “Iya, Syah. Tapi aku nggak akan mundur. Kali ini, kalau mereka mau main kotor, aku nggak akan diam.”
Hot Chapters