Pembalasan Mantan Istri CEO
“Ma, aku tidak mau tidur sama Kumi, keringatnya bau.”
“Tenang ya Cah Bagus, mulai nanti malam biar Kumi tidur di kamar pembantu saja.” Dia menoleh. “Apa kamu dengar itu Kumi, dan oh ya, semua pakaian kotor yang ada di dalam kamar belakang kamu cuci dengan tangan, karena kami gak mau baju mahal kami rusak.”
“Iya Ma,” sahut Kumi lirih, walau dia ingin bertanya, apa gunanya mereka membeli mesin cuci dan pengering? Apakah untuk pamer saja?
Hot Chapters