Cahaya Lilin
seketika ia pun berhenti mengunyah, menepis suapan Yazid dengan tangan kanan.
"Ayo, Sayang, dihabiskan makanannya," bujuk Yasid.
Namun, istrinya hanya menggeleng tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Wajahnya pucat dan datar. Masyitah membuka selumut yang menutupi sebagian badannya dan melemparkannya dengan kedua kaki. Mulutnya mulai berteriak-teriak, tangan kanannya menarik jarum infus yang menempel di tangan kiri, darah mengucur menimbulkan noda pada sepray yang tadinya putih tanpa motif.
Hot Chapters