Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cahaya Biru

Cahaya Biru

Ruangan di bawah telah berubah drastis, dihiasi seperti pelaminan. "Pa, sebenarnya ini acara apa sih? Kenapa ruang tamu," belum sempat aku selesai bertanya, mataku terpaku pada banner yang mengumumkan 'Aya dan Bi' dengan huruf-huruf yang bergemerlapan. Kata-kata tersangkut di tenggorokan. "P-Papa," suaraku bergetar, berusaha mencari kata-kata yang tepat.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai doa agar muka kita bercahaya
Baca
+Pustaka
Kutukan Wasiat Kakek

Kutukan Wasiat Kakek

Dengan suara bergetar, ia mulai melafalkan doa yang diajarkan ibunya sejak kecil. “Ya Allah, lindungi hamba dari kejahatan makhluk-Mu ....” Begitu doa itu terucap, mahluk itu menjerit dengan keras. Tubuhnya yang besar terlihat mengecil, seperti dilahap oleh cahaya yang datang entah dari mana. Lampu minyak menyala kembali, menerangi ruangan yang kini sepi. Mbah Karso duduk kelelahan di sudut, sementara Tina memeluk Alya yang kini terkulai lemas.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai doa agar muka kita bercahaya
Baca
+Pustaka
Sayap Tersembunyi : Misi Rafael

Sayap Tersembunyi : Misi Rafael

“Tempat ini disebut sebagai sumber kekuatan primordial, tempat di mana semua cahaya berasal.” Elena mendekat, melirik halaman yang Rafael tunjukkan. “Apa ada peta yang bisa menunjukkan kita ke sana?” “Tidak,” jawab Rafael dengan nada frustrasi. “Tetapi ada deskripsi tentang lokasinya. Disebutkan bahwa Bukit Cahaya terletak di utara, di sebuah wilayah yang disebut Lembah Eos.” “Lembah Eos?” tanya Elena dengan nada penasaran. “Aku pernah mendengar tentang itu. Itu tempat terpencil, hampir tidak ada yang tinggal di sana.”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai doa agar muka kita bercahaya
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Embun menelan ludah. “Akar apa?” “Akar yang menghubungkan banyak tempat,” jawab Aruna. “Dan di salah satu ujungnya… ada cahaya kecil.” Bulan berbisik lirih, “Cahaya atau api?” “Cahaya,” jawab Aruna tegas. “Bukan gelap.” Hileon menatapnya serius. “Dan kamu merasa dipanggil?” Aruna mengangguk. Bagas mencoba mencairkan suasana. “Kenapa sih hidup kita nggak bisa normal aja? Kayak orang lain?”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai doa agar muka kita bercahaya
Baca
+Pustaka
Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Sementara itu, Kael sibuk dengan tugas dekorasinya dengan berlarian ke sana kemari membawa pot-pot berisi Bunga Mawar Bayangan yakni satu-satunya tanaman yang kebal terhadap wabah kristal. "Geser ke kiri sedikit, Silas! Arahkan cahaya lampunya ke sudut empat5 derajat biar wajah Tuan terlihat lebih bercahaya saat merayu Nona!" teriak Kael sambil memanjat pagar pembatas yang belum jadi. "Kael, turun," Silas memperingatkan dengan nada datar sementara matanya fokus mengendalikan lempengan kaca raksasa karena Kael menginjak rune gravitasi.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai doa agar muka kita bercahaya
Baca
+Pustaka
Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Kondisi tubuhku makin memburuk setiap harinya. Penglihatanku mulai kabur. Aku sering tidak bisa mengenali wajah orang dengan jelas. Aku hanya bisa mengenali mereka lewat suaranya saja. Ibu menangis setiap hari, matanya bengkak seperti buah persik. Dia mulai percaya Tuhan dan setiap hari merapal doa di dalam kamar rawat.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai doa agar muka kita bercahaya
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Lia mengangkat penanya, menuliskan satu kalimat di udara yang menghubungkan setiap individu di planet itu: "KITA ADALAH SAKSI DARI CAHAYA YANG TAK PERNAH MATI." Xylos dan jutaan penduduk Aethel mulai beresonansi. Mereka tidak lagi takut pada retakan mereka. Mereka justru memperlebar retakan itu hingga cahaya emosi mereka meluap keluar, membentuk perisai warna-warni yang menembus badai kegelapan The Void Weaver.
901 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai doa agar muka kita bercahaya
Baca
+Pustaka
IBUKU PELAKOR

IBUKU PELAKOR

Bunda menggelupur, tubuhnya menggeletar, menggelupur di atas kasur. Umi Awi menyiapkan sebuah kantongan plastik berwarna hitam. Ustad Mahmud semakin semangat membacakan doa ruqyah. Dia mendekati tubuh Bunda. Menempelkan tasbih di kepalanya dan terus membacakan doa ruqyah. Sementara Umi Awi terus siaga. Jantungku terus berdebar, menanti hal.selanjutnya. Apakah Bunda akan seperti Satria yang memuntahkan cairan yang sangat bau?
8.821.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 655 kali sebagai doa agar muka kita bercahaya
Baca
+Pustaka
Mengintip Kamar Pengantin

Mengintip Kamar Pengantin

[ Doa adalah harapan Meminta pada sang pencipta Tentang suatu hajat Yang diharapkan terkabul Bahkan diminta instan Doa adalah cara Mendekatkan diri dengan pencipta Meminta hanya padanya Bukan pada selainnya Termasuk pasangan hidup Aku gantungkan padaNya Meminta hatinya agar menerima Setiap kurang dan lemah ku Diam-diam aku mengagumi Engkau disana Berharap kita bersama Dalam pelaminan Dengan rasa yang sangat sakral
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai doa agar muka kita bercahaya
Baca
+Pustaka
Ilusi Cinta Swastamita

Ilusi Cinta Swastamita

Call Me Ka “Nges, gue pulang dulu, tuh obatnya jangan lupa diminum!” Agam hari itu berkunjung ke posko KKN dan membawakan obat, sebab akhir-akhir ini kondisi Daisha sedang flu. “Wokke. Hati-hati Gam. Inget mata lo jangan nyeleweng, naik motor hadap depan!” “Jelaslah hadap depan, lo pikir gue Limbad bisa naik motor hadap belakang haaa?”
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai doa agar muka kita bercahaya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status