Di malam yang tenang aku sering mengulang doa yang sederhana tapi penuh harap untuk merasa lebih bercahaya dari dalam.
Untuk pria aku biasanya memilih kata-kata singkat dan tegas, misalnya: 'Ya Tuhan, berkahi aku dengan kesehatan, ketenangan, dan cahaya yang tulus di wajahku. Jauhkan aku dari stres yang mengikis kebahagiaan, beri aku rezeki dan tidur yang cukup agar kulit dan hati seimbang.' Inti doa untuk pria bisa fokus pada kekuatan, konsistensi, dan perlindungan—karena seringkali kita menilai hasil dari luar, padahal yang membuat wajah bersinar adalah keseimbangan batin.
Untuk wanita aku cenderung memilih doa yang lebih lembut dan detail: 'Ya Tuhan, anugerahkan aku cahaya yang memancarkan kebaikan, kelembutan hati, dan ketenangan pikiran. Bimbing aku merawat tubuh dan jiwa, agar setiap senyum memantulkan syukur.' Selain doa, aku menambahkan niat perawatan kecil seperti cukup minum air, tidur, dan bersyukur setiap pagi. Itu terasa seperti menyiram bunga: doa memberi arah, tindakan merawat jadi pupuk. Semoga doa itu juga terasa hangat di pipi saat tersenyum.