Ada doa pendek yang kupakai sebelum cermin, cuma satu napas dan satu kalimat mudah diingat.
'Ya Allah, sinari wajahku dengan rahmat-Mu, lapangkan hatiku, dan anugerahkan ketenangan.' Itu kalimatnya—singkat, gampang dihafal, dan buatku efektif karena kulantunkan sambil menarik napas dalam-dalam dan tersenyum ke diri sendiri. Seringkali wajah terlihat berbeda bukan cuma karena kulit, tapi karena ekspresi dan energi; doa ini mengingatkanku untuk rileks, berpikir positif, dan menjaga postur.
Selain itu, aku tambahi rutinitas kecil: cuci muka, pelembap, minum air, dan tidur cukup. Doa itu jadi semacam jingle yang mengaitkan kebiasaan baik jadi satu rutinitas pagi atau malam. Kalau sedang capek, aku ulang tiga kali pelan sambil menaruh tangan di dada—rasanya menenangkan dan membuat wajah otomatis lebih lembut. Akhiri dengan senyum kecil; itu gampang, personal, dan selalu membuatku merasa lebih siap menghadapi hari.