Pembantuku di Atas Ranjang Suamiku
Setelah dia membaca doa tubuh kami saling mengunci, bermandikan peluh melebur menjadi satu menyelami surga dunia hingga sama-sama merasakan gulungan ombak cinta maha dahsyat.
"Terima kasih untuk malam indah ini, Alina," katanya setelah kami sama-sama membersihkan tubuh bagian tertentu, mengambil wudu karena tidak mungkin melakukan mandi besar di tengah malam seperti ini.
"Sama-sama, Daf." Menyandarkan kepala di dada bidangnya, mendengarkan detak jantung suami yang masih terdengar bertalu-talu.
"Kalau bisa jangan ditunda punya momongannya, ya Lin. Aku pengen kita cepet-cepet punya anak. Biar rumah kita jadi tambah rame."