Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Figuran CEO Arrogant

Istri Figuran CEO Arrogant

Dahi Cahaya berkerut, tapi dia menekan tombol untuk menjawab. “Halo, Bibi,” sapanya dengan suara tenang. “Aya,” suara Rina terdengar terlalu manis, membuat Cahaya segera siaga. “Kamu tak ada kelas besok, kan?” Nada suara yang tiba-tiba ramah ini membuat Cahaya ragu. Dengan sedikit waspada, ia menjawab, “Hmm.”
102.2K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as doa nur cahaya wajah
Read
+Library
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

I'm not looking for somebody Aku tak sedang mencari seseorang With some superhuman gifts Yang punya kekuatan manusia super Some superhero Pahlawan super Some fairytale bliss Kebahagiaan dongeng Just something I can turn to Cukup sesuatu yang aku bisa berpaling padanya Somebody I can kiss Seseorang yang bisa kukecup I want something just like this Oh, cukup seperti ini yang kuinginkan Doo-doo-doo, doo-doo-doo Doo-doo-doo, doo-doo
1054.2K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as doa nur cahaya wajah
Read
+Library
Cahaya di Bandung

Cahaya di Bandung

Aku menutup mata, mencoba meresapi setiap nuansa baru yang menyapaku. Ponsel bergetar di saku jaketku, dan pesan dari ibuku muncul, "Selamat perjalanan, Nak. Doa dan dukungan selalu bersamamu. Raihlah impianmu di sana." Senyum tipis terukir di bibirku, merasakan cinta dan dukungan keluarga yang menembus jarak.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as doa nur cahaya wajah
Read
+Library
Istri Sumbangan

Istri Sumbangan

“Dia bukan pria yang jahat. Hanya karena terlahir dari keluarga yang tidak beruntung, ia harus menanggung kesalahan yang tidak pernah dia lakukan seumur hidupnya. Berikanlah dia petunjuk agar kembali kepada-Mu.” Sayup-sayup suara itu terdengar indah di telinganya. Fathul membuka mata dan mendengar lantunan doa yang ditujukan untuknya. Dua tangan mungil yang terangkat dan wanita yang tengah memejamkan mata membuat Fathul benar-benar terenyuh. Dadanya berdenyut-denyut. Tak pernah melihat wajah yang lebih bersinar dari wajah Raihanah.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as doa nur cahaya wajah
Read
+Library
Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Sinar matahari menembus kaca jendela dan jatuh di perut Silvia yang sedikit membuncit, membuatnya tampak lembut dan anggun, dengan sorot wajah yang memancarkan sedikit kegembiraan. "Kak Bimo memilih menemaniku dulu. Bolehkah aku menganggap bahwa Kak Bimo sebenarnya lebih memedulikanku? Ah! Sepertinya bayi kita sedang menendang. Kak Bimo, kamu merasakannya nggak?"
12.0K viewsCompletedAdded to Library 348 Times as doa nur cahaya wajah
Read
+Library
Ranjang Perkawinan

Ranjang Perkawinan

Cahaya dan Wati lalu mengobrol di kursi tamu dengan sesekali Cahaya yang mencuri lirik akan Bening. Cahaya pikir hanya dirinya yang paling cantik di muka bumi ini. Tapi ketika melihat Bening, Cahaya baru sadar jika dia ada saingan. Apalagi wanita itu tetap ayu walau wajahnya tak terpoles bedak tebal. Pintu diketuk, ternyata Iman baru datang. Untung saja dia tak punya penyakit jantung, atau Iman bisa mati di tempat karena melihat istri serta mantannya ada dalam satu rumah yang sama.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as doa nur cahaya wajah
Read
+Library
Dua Wajah Sang Kaisar

Dua Wajah Sang Kaisar

Bias cahaya matahari senja yang sewarna merah darah kembali memayungi langit Pegunungan Canglan, menciptakan siluet dramatis yang menegangkan di atas pondok kayu sederhana mereka. Begitu mereka melangkah masuk ke dalam interior pondok, Yi Fang langsung melepas tudung kepalanya dengan gerakan yang kasar. Dia berbalik menghadap Hao Yu dengan sepasang mata yang berkaca-kaca menahan amarah intelektualnya yang meluap-luap.
10469 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as doa nur cahaya wajah
Read
+Library
Dia Tersesat dalam Arah dan Aku Menarik Cahayanya

Dia Tersesat dalam Arah dan Aku Menarik Cahayanya

Tak ada satu pun abu yang tersisa. Amarah yang sempat muncul dalam dirinya langsung padam sebagian besar. Dia berjongkok, mencoba menenangkanku, “Merry, semuanya sudah terjadi. Bagaimana kalau kita lupakan saja? Mereka juga sudah mengaku salah. Kita bisa menyalakan lampu doa untuk anak kita di kuil.” Aku berdiri, lalu menariknya dengan gila. “Orang itu sengaja menginjaknya! Ben, ini harus dibalas! Agar adil, aku mau menghancurkan kotak abu neneknya dan menyebarkan abunya!”
1.8K viewsCompletedAdded to Library 70 Times as doa nur cahaya wajah
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status