Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cahaya di Bandung

Cahaya di Bandung

Aku menutup mata, mencoba meresapi setiap nuansa baru yang menyapaku. Ponsel bergetar di saku jaketku, dan pesan dari ibuku muncul, "Selamat perjalanan, Nak. Doa dan dukungan selalu bersamamu. Raihlah impianmu di sana." Senyum tipis terukir di bibirku, merasakan cinta dan dukungan keluarga yang menembus jarak.
91.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai doa nur cahaya wajah
Baca
+Pustaka
Istri Sumbangan

Istri Sumbangan

“Dia bukan pria yang jahat. Hanya karena terlahir dari keluarga yang tidak beruntung, ia harus menanggung kesalahan yang tidak pernah dia lakukan seumur hidupnya. Berikanlah dia petunjuk agar kembali kepada-Mu.” Sayup-sayup suara itu terdengar indah di telinganya. Fathul membuka mata dan mendengar lantunan doa yang ditujukan untuknya. Dua tangan mungil yang terangkat dan wanita yang tengah memejamkan mata membuat Fathul benar-benar terenyuh. Dadanya berdenyut-denyut. Tak pernah melihat wajah yang lebih bersinar dari wajah Raihanah.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai doa nur cahaya wajah
Baca
+Pustaka
Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Sinar matahari menembus kaca jendela dan jatuh di perut Silvia yang sedikit membuncit, membuatnya tampak lembut dan anggun, dengan sorot wajah yang memancarkan sedikit kegembiraan. "Kak Bimo memilih menemaniku dulu. Bolehkah aku menganggap bahwa Kak Bimo sebenarnya lebih memedulikanku? Ah! Sepertinya bayi kita sedang menendang. Kak Bimo, kamu merasakannya nggak?"
12.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai doa nur cahaya wajah
Baca
+Pustaka
Ranjang Perkawinan

Ranjang Perkawinan

Cahaya dan Wati lalu mengobrol di kursi tamu dengan sesekali Cahaya yang mencuri lirik akan Bening. Cahaya pikir hanya dirinya yang paling cantik di muka bumi ini. Tapi ketika melihat Bening, Cahaya baru sadar jika dia ada saingan. Apalagi wanita itu tetap ayu walau wajahnya tak terpoles bedak tebal. Pintu diketuk, ternyata Iman baru datang. Untung saja dia tak punya penyakit jantung, atau Iman bisa mati di tempat karena melihat istri serta mantannya ada dalam satu rumah yang sama.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai doa nur cahaya wajah
Baca
+Pustaka
Dua Wajah Sang Kaisar

Dua Wajah Sang Kaisar

Bias cahaya matahari senja yang sewarna merah darah kembali memayungi langit Pegunungan Canglan, menciptakan siluet dramatis yang menegangkan di atas pondok kayu sederhana mereka. Begitu mereka melangkah masuk ke dalam interior pondok, Yi Fang langsung melepas tudung kepalanya dengan gerakan yang kasar. Dia berbalik menghadap Hao Yu dengan sepasang mata yang berkaca-kaca menahan amarah intelektualnya yang meluap-luap.
10528 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai doa nur cahaya wajah
Baca
+Pustaka
Dia Tersesat dalam Arah dan Aku Menarik Cahayanya

Dia Tersesat dalam Arah dan Aku Menarik Cahayanya

Tak ada satu pun abu yang tersisa. Amarah yang sempat muncul dalam dirinya langsung padam sebagian besar. Dia berjongkok, mencoba menenangkanku, “Merry, semuanya sudah terjadi. Bagaimana kalau kita lupakan saja? Mereka juga sudah mengaku salah. Kita bisa menyalakan lampu doa untuk anak kita di kuil.” Aku berdiri, lalu menariknya dengan gila. “Orang itu sengaja menginjaknya! Ben, ini harus dibalas! Agar adil, aku mau menghancurkan kotak abu neneknya dan menyebarkan abunya!”
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai doa nur cahaya wajah
Baca
+Pustaka
Mafia's obsession

Mafia's obsession

Nicolo menatap layar yang memuat gambar-gambar wajah para pemimpin Eden Lux, lalu menggeram pelan. “Saat mereka menciptakan cahaya palsu… kita akan jadi bayangan yang menelan semuanya.” ---
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai doa nur cahaya wajah
Baca
+Pustaka
TERPAKSA MENIKAHI CALON ADIK IPAR

TERPAKSA MENIKAHI CALON ADIK IPAR

Bab 14 "Cahaya… Ini suamimu yang nyari kan? Kamu gak mau pulang? Atau biar kuhubungi dia agar menjemputmu di sini?" tanya Alam saat melihat wajah Cahaya terpampang jelas di sana, bersama tulisan yang meminta siapa pun yang melihatnya untuk segera menghubungi nomor tertera. Cahaya menggeleng. Ia masih berdiri mematung.
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai doa nur cahaya wajah
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Ratu Rahayu menutup matanya, kemudian terdengar merapal doa dengan suara berat. “Sang Hyang Jagad, jaga rasa sadaya tina kalepatan waktu…” (Duh Sang Hyang Jagad, lindungi rasa kami dari kesalahan waktu…) Cahaya dari tubuh Arjuna semakin kuat. Namun di saat yang sama, wajah Sang Hyang Kala juga semakin jelas dan Arjuna tersentak. Wajah itu… mirip dirinya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai doa nur cahaya wajah
Baca
+Pustaka
Hidden Secret

Hidden Secret

Salma dan Ratih terus menyatukan kedua telapak tangannya dengan bibir yang terus melantunkan doa, berharap Liana akan sadar dan baik-baik saja. “Cahaya apa ini? Terang sekali,” tanya Liana mulai membuka mata satu persatu, kemudian melihat cahaya dari senter kecil yang digunakan Reno. Namun, entah kenapa Liana mengucapkan pertanyaan itu tanpa membuka mulut sedikitpun. Ia hanya bisa membuka mata dan terus berbicara, tanpa mengeluarkan suara.
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai doa nur cahaya wajah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status