Hilang Selamanya Dari Hatiku
Dennis selalu memanggilku dengan nama lengkap, seolah takut kalau kurang satu kata saja, aku bakal merasa kalau dirikulah yang ingin dia nikahi awalnya.
Orang yang sedang sakit mungkin lebih lemah, tapi juga lebih sadar.
Tiba-tiba, aku merasa sangat capek, capek menghadapinya, capek dengan perasaan yang tak pernah dibalas.
Mobil kembali melaju, kecepatannya membuatku sulit membedakan antara kencang dan lambat.
Dia seolah tak berhenti-henti menerima telepon, “Sebentar lagi, dok. Akan baik-baik saja.”
Hot Chapters