Lelaki Pilihan Surga
“Kisah kalian benar-benar turut menguras pikiranku, Cit. Bertahun-tahun kamu menunggu cinta yang kamu katakan cinta sejati. Tapi, justru hari ini, kamu melepasnya pergi. Apa benar, cinta sejati itu ada?”
“Ra, dia dikatakan sejati, apabila kita sudah berada di ujung, di akhir perjalanan ini. Sejati, cinta yang sebenarnya, harus banyak teruji dan harus berhasil sampai di akhir. Sebelum sampai di akhir, dia belum akan dikatakan cinta sejati.”
Aara menyeringai. “Haa, persoalan cinta, selalu saja menguras energi, membuang banyak waktu, membuat waktu menjadi tidak produktif.”
Hot Chapters