Dia Tertidur Dalam Malam Abadi
Dinda mengeluarkan ponsel, menggeser beberapa kali, dan layar menampilkan seekor anjing jalanan kotor, di lehernya tergantung kalung mutiara yang penuh lumpur.
“Barang milik ibumu, memang pantas dipakai anjing.” Dinda mendekat ke telinga Risa, mengucapkan setiap kata dengan tajam, “Bagaimanapun juga, pelacur memang cocok dengan anjing, abadi selamanya.”