Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bara Dendam Membara

Bara Dendam Membara

Langit Jiangchen sore itu menggantung rendah, diselimuti awan kelabu bergerak perlahan, seolah enggan melepaskan hujan. Di kawasan perumahan elit Yunhe, berdiri Bangunan dua lantai bergaya modern itu dikelilingi pagar besi hitam berornamen sederhana, tidak berlebihan, tetapi jelas mahal. Taman hijau terawat membentang di halaman depan, dengan jalur batu abu-abu selelu terlihat bersih. Setiap detail rumah itu berbicara tentang kestabilan dan kemapanan. Bagi orang luar, keluarga Zhang simbol kesempurnaan; kaya, terhormat, dan bahagia. Mungkin lebih tepat: keluarga ideal.
552 viewsOn holdAdded to Library 20 Times as dragon bane
Read
+Library
BIANGLALA

BIANGLALA

Draco tak sanggup menahan tawanya “Eih, candaan ternyata.” “Iya iyalah, mana mungkin ibuku kasih stok darahnya sebanyak itu. Kau ini yang benar saja,” Saking kesalnya Bryan pun bergumam pelan. “Bonacium!” Ekspresi datar terlihat jelas di wajah tampannya. Sebuah bantal besar mendadak muncul di atas Draco, dan langsung terjatuh begitu saja mengenai kepalanya.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as dragon bane
Read
+Library
BALAS DENDAM TUAN ABRAHAM

BALAS DENDAM TUAN ABRAHAM

Terdapat tiga orang yang sedang bertugas pagi di pos itu, mereka adalah Albert, Azen dan juga Dylan. Albert pun berbisik kepada Dylan dengan hati-hati. "Orang yang memakai sarung tangan tinju itu adalah Bane Dragon si Tinju Besi, putra dari pemimpin Geng Kapak Naga, Benjamin Dragon." "Konon tinjunya bahkan bisa merobohkan dinding kuat." kata Albert menjelaskan sambil menahan rasa takut. "Mana yang namanya Dylan?" "Cepat datang dan berlutut di bawah kakiku sekarang juga." teriak Bane dengan nada sombong.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 158 Times as dragon bane
Read
+Library
Diuber Janda

Diuber Janda

"Ini bukannya tisu AQUA, Bang. Itu loh, AQUA galon, kalau kita beli kan dikasih tisu. Ini tisu Emang bisa untuk tahan lama?" **** Sementara itu, Mbak Katini hendak memasang alat pada bibir galon air minumnya. Untunglah tadi dia ketemu Bang Imron yang baik hati, sehingga membantunya membelikan air galon. Mbak Katini membuka plastik hitam yang berisi tisu galon. Begitu ia mengangkatnya dan melihat tisu yang kini ia pegang, adalah tisu magic yang selalu ia jumpai di Alfama**rt. Wajah Mbak Katinu merona sangat merah. Apakah Bang Imron menyukainya? Cepat Mbak Katini memotret tisu magic tersebut, lalu ia kirimkan pada Bang Imron.
10119.0K viewsCompletedAdded to Library 4.5K Times as dragon bane
Read
+Library
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

"Pantas saja Duke tersenyum merona seperti itu. Rupanya Baroness Angela memang sangat cantik, dan bahkan bisa melebihi kencantikan Duchess Mariana." Samar-samar Aslan mendengar bisik-bisik para Ksatria yang berada di samping kirinya. Namun Aslan sama sekali tak mengindahkan nya. "Ketiga.... Peter!" Bangsawnan ketiga yang disebut ialah seorang Ksatria yang bernama Peter. Aslan melirik nya, Ksatria itu berada pada dua barisan di depannya. Ksatria yang sering Aslan jumpai, namun Aslan belum pernah berbincang dengannya sama sekali.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as dragon bane
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status