Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Alisya

Alisya

senyumnya. "Perjuanganmu hebat," sambung Juna. "Ini berkat kamu juga," balas Aiys. "Bidadari seperti dirimu pantas memakai mahkota itu. Cantik," sambung Juna. Aiys tersenyum membalas ucapan Juna. Setelah selesai Pak Teno memasangkan pada Aiys, berpindah ke Juna. "Juna Qowely Defano dengan rata-rata nilai 97,85 sangat beda tipia," kata mc.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai ejen alicia senyum
Baca
+Pustaka
Luka Cinta Aluna

Luka Cinta Aluna

ujar Lilis, dengan terburu. Aluna turun dari motor, setelah Lilis menghentikan kendaraan. Mereka menuju salah satu tempat duduk sambil bergandengan. Lilis sengaja mengenggam kembali tangan Aluna. “Kamu tahu nggak, kenapa Tuhan menciptakan air terjun? Bukan tanpa maksud, aku percaya segala sesuatu yang ada di sekitar kita di ciptakan untuk memberi pelajaran. Kalau aku, setiap kali sedih atau punya masalah, selalu datang ke tempat ini. Sekedar duduk di hadapan air terjun ini, dan pulang ketika perasaanku sedikit lebih lega. Bagiku, air terjun ini seperti teman di kala sedih,” ujar Lilis, lembut. Wajah memandang ke arah air terjun sambil tersenyum.
1011.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai ejen alicia senyum
Baca
+Pustaka
Jeratan Sang Penguasa

Jeratan Sang Penguasa

Kaelen maju satu langkah, lalu dengan gerakan yang terlihat sangat natural namun terasa seperti jepitan besi bagi Alicia, ia meraih jemari tangan Alicia yang dingin berkeringat. Ia menggenggamnya erat, seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Alicia tersentak kecil, namun ingatan akan ancaman Kaelen terhadap nyawa ibunya membuat gadis itu segera memaksakan topeng senyum termanisnya. "Iya, Nek. Alicia di sini," ucap Alicia dengan nada suara yang dibuat seceria mungkin, menyembunyikan rasa perih yang mengoyak batinnya.
145 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai ejen alicia senyum
Baca
+Pustaka
Jenius yang Disingkirkan

Jenius yang Disingkirkan

Bab 35. Izin Seorang Shiyi. Begitu melihat senyum seringai yang muncul di wajah Tian Fan, Ju Na langsung merasa firasat buruk, sudah terlalu sering ia melihat ekspresi Tuan Mudanya itu. Dan setiap kali Tian Fan tersenyum seperti itu, biasanya seseorang akan menjadi sasaran rencananya. Entah kenapa kali ini ia merasa orang tersebut kemungkinan adalah dirinya sendiri.
1011.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai ejen alicia senyum
Baca
+Pustaka
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

Namun, Lilly mengelak ke samping, tidak ingin bersentuhan dengan Alena. ”Maaf, aku takut kulitmu gatal-gatal jika bersentuhan dengan orang miskin" ucapnya matanya penuh kebencian. Alena menyipitkan mata kesal, namun terpaksa tersenyum canggung. "Untunglah kau sadar diri, gadis kampung! "Gumamnya dalam hati. "Ck, apa yang kau katakan, Lilly. Kita ini keluarga, jangan membuat jarak begitu. Duduklah." Ucap Mayang berusaha meredakan suasana.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai ejen alicia senyum
Baca
+Pustaka
Bang Juna (Izinkan Aku Memilikimu)

Bang Juna (Izinkan Aku Memilikimu)

Aku kembali menangis bahagia. "Yang sabar ya, Sayang. Juna masih sehat wal Afiat. Dia sendiri yang minta bikin kejutan seperti ini," kata mama Aida. Dan aku langsung memukul lengan kekar itu. "Awas saja nanti kalau minta macem-macem, aku ngambek pokoknya." Aku tertawa sendiri. "Palingan minta dedeknya Humaira," sahut Bang Juna sambil tertawa juga. Dia tidak malu mengatakannya.
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai ejen alicia senyum
Baca
+Pustaka
Pria Alfiyah

Pria Alfiyah

jelas Raisya panjang lebar, memperkenalkan diri nya tanpa diminta Aini. "Tidak ada masalah kok." Kata Aini singkat. "Tidak ada masalah tapi muka nya asem banget kaya rujak nya Mang Udin. Coba deh senyum, biar nggak asem. Ngomong-ngomong, mulai detik ini, Kamu mau gak jadi teman Aku?" hibur Raisya. Tipe Raisya adalah periang, tidak gampang sedih. "Sejak kapan ada rujak Mang Udin?"
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai ejen alicia senyum
Baca
+Pustaka
Senja Kian Memudar

Senja Kian Memudar

Andra mengelus dada "Dasar udah tua aja masih aja ngomel biar tuh dia susah jodoh. Kalau sama gue tuh orang kok ga ada senyumannya sama sekali. Giliran sama yang lain aja beuh senyumnya di manisin." sungutku "Eh... anak kecil tunggu bentar saya mau bicara sama kamu sebentar. Jangan kabur yak ini pembicaraan yang sangat penting terkait dengan nilai kamu."
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai ejen alicia senyum
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Kakak Ipar

Terjerat Cinta Kakak Ipar

Tersenyum, selanjutnya dia mengajak Juan untuk memanjatkan doa hingga setelah beberapa menit berlalu, doa selesai. "Kak, aku datang ke sini buat kasih kabar bahagia," ucap Senja, memulai obrolan. "Aku udah lahiran dan anak aku laki-laki. Namanya Sebastian Dierja Bimasena, Kak, dan Kiran sama Caca kelihatan sayang banget sama adik mereka."
1032.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai ejen alicia senyum
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status