Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Pertama Mas Ali

Cinta Pertama Mas Ali

Sambil setengah berbisik ke Biantara, “Tenang aja Bang, emak gue gampang dirayu. Tinggal senyum dikit, udah klepek-klepek.” Babe yang dari tadi masih ngeliatin dengan tatapan galak mendengus. “Apaan nih, Mak, baru juga kenal cowok udah main cucu segala! Jangan asal nerima orang, siapa tau nih anak maling ayam!” “Abis mukanya nggak kayak maling, Be ...,” jawab emak dengan enteng. Bian makin bingung. Ya Allah, ini keluarga kok rame banget kayak sinetron jam tujuh malem.
12.3K viewsCompletedAdded to Library 282 Times as emak emak montok
Read
+Library
MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH

MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH

Ada apa ini pada berisik? “Eeeh, Mak Acih. Mau ke mana, Mak?” sapa perempuan paruh baya bernama Euis, yang merupakan anak sulung dari Kokom. Belum sempat Mak Acih menjawab, Kokom sudah keburu menyahut, “Emak mbung mandi sorangan. Emak mah hayang dipandianna ku si Acih.” (Emak enggak mau mandi sendiri. Emak maunya dimandiin sama si Acih.)
101.0K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as emak emak montok
Read
+Library
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

Sari bermonolog, jumawa. Sari memang licik. Dia tidak bodoh dengan menyimpan perhiasan itu lebih lama. Wanita itu berniat menjualnya besok, dengan begitu tak ada bukti jika nanti Ayu mencari-cari si pencuri perhiasan itu. *** "Makanan tadi enak banget, Yu. Ambu tidak tahu kalau di sini makanannya enak-enak," ujar Ambu setelah memasuki rumah.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 162 Times as emak emak montok
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Satu wadah, tutupnya diangkat oleh Mamak Jambul. Suara menggelegak beserta wangi rempah bagai mencolek hidung guru Senala itu. “Waaah!” Mata Mamak Jambul terbuka lebar. “Makan besar kita hari ini, Nek.” Daging-daging berwarna kecokelatan yang tengah menunggu empuk mengepul-ngepul di dalam wadahnya. Nenek Suyatim berkata, “Ya. Lagi pula, jarang sekali Bukit Berkabut kedatangan tamu.”
101.9K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as emak emak montok
Read
+Library
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

"Gak usah, Mak! Apa itu rupanya?" "Buah, roti-roti kaleng kayak yang ditipi-tipi itu. Sama minuman-minuman kesukaanmu, lah!" Wak Emi mencoba menerangkan secara singkat kepada Oneng, si penghasil minyak wajah. "Hallah, pacarku bisa juganya belikan kek gitu. Bentar Mak, ku telpon dia ya!" Terlihat Oneng mengambil gawainya dari kantong celana levis yang sangat-sangat ketat dipahanya. Jika anak indigo berada disini, pasti ia akan mendengar jeritan itu paha.
9.3K viewsOngoingAdded to Library 363 Times as emak emak montok
Read
+Library
Miss Montok

Miss Montok

“Makanya kalau bawa makanan, jangan ditawarin terus ke dia. Ntar tambah bulet!” Rasanya mau marah, tapi memang kenyataan. Kalau mau berpikir positif, masih untung aku dijuluki 'Miss Montok'. Soalnya konotasi 'montok' lebih cenderung ke padat berisi, daripada 'gendut' yang terkesan melecehkan.
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 328 Times as emak emak montok
Read
+Library
JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

Cuma tidak ada lubang-lubang yang biasa mengeluarkan bunyi nada. "Itu bukan peniup api sembarangan. Harta pusaka emak, tuh. Sejenis senjata sakti yang bisa digunakan untuk bertempur." Si Emak duduk di atas bangku kayu kecil di sampingku. Sementara aku kaget mendengar ucapan Si Emak. Sampai dia selesai bercerita, aku masih tidak mampu mengangkat peniup api tersebut. "Berat, Mak. Aku tidak sanggup mengangkatnya."
9.93.3K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as emak emak montok
Read
+Library
Raibnya Kembang Desa Kami

Raibnya Kembang Desa Kami

Emak membalas teriakan sambil terus mengatur letak kayu bakar. "Senengnya, semoga sukses ya. Saya lagi masak pepes ikan, Mak. Nanti saya kirim ya." "Iya, Alhamdulillah. Ini saya juga nanti misahin lontongnya buat ibu ya," Emak tersenyum sambil mengangkat pancinya yang sudah menghitam. Bu Wiwin—yang sudah menjadi tetangganya selama belasan tahun—selalu menjadi orang terdekat yang mengetahui kesehariannya, ia juga mempunyai anak yang bernama Neneng yang seumuran dengan Eli.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as emak emak montok
Read
+Library
Brondong Sewaan

Brondong Sewaan

*** “Mak!” “Jang ada apa atuh sampai-sampai Emak harus ke Yogyakarta mendadak begini. Mana Emak mabuk perjalanan ini, dari Bandung ke Yogyakarta pake kereta api meni capek.” kata Mak Edah dengan logat sunda yang khas. “Mak, Kos mau nikah akhir minggu ini sama orang sini. Makanya Emak Kos minta ke sini.”
1014.4K viewsOngoingAdded to Library 503 Times as emak emak montok
Read
+Library
Balada Asmara Biduan Dangdut

Balada Asmara Biduan Dangdut

Dan bahkan wanita tua itu sampai menangis, seakan lidahnya kelu tidak bisa berkata apa-apa lagi. “Sudahlah, Mak.” “Ya ampun mimpi apa sih Emak semalem, kok kamu pulang nggak bilang-bilang?” Emak melepas pelukannya dan menyibak rambut ikalku. “Hehehe, maaf, Mak, soalnya emang ini acara mendadak.” “Yasudah masuk dulu. Sudah hampir magrib.” “Iya, Mak.” Segera Emak pergi ke dapur untuk membuatkan kopi. Emak memang yang paling mengerti kalau soal ini.
1010.5K viewsCompletedAdded to Library 324 Times as emak emak montok
Show Reviews (13)
Read
+Library
ms huang
hi kk...aku datang dukung kmu dgn ksi 5* biar cpt nyala bintangnya yaa... yukkk intip ceritaku juga kk. judulnya KEKASIH BRENGSEKKU ...uda msuk bab 18...cerita ttg hubungan toxic, dijamin seru! makasi y kk ...
liza sarah
cerita yg unik. gk tau kisah nyata ato gk, tp ngalir alami gt jln ceritanya. gk bnyk2 drama buatan buat seru cerita. sukaaaaak.... lucu, seger ceritanya. pesan moralnya jg dpt. ya ampuuuun setelah tamat ceritanya br berasa kehilangan. keren lah, gk bosen bacanya.
Read All Reviews
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status