Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LALI

LALI

logat bahasa jawa timuran paling barat melekat pada perempuan dengan rambut panjangnya yang di gelung kecil di kepala seperti khas gelungan di era Majapahit menanyakan perihal suami pada anak sulungnya. “Sudah mungkin, Mak.” Yang di tanya menjawab dengan santai sambil menyiapkan perkakas perangnya. Sekop yang sudah ia pastikan bersih dan tajam, serta baju kerja andalan. Di tatapnya perempuan yang ia panggil emak dari kejauhan. Wanita itu menggunakan rok dari kain batik yang di lilit, tanpa di jahit. Tampak tengah ngobrol dengan lawan bicara sambil memetik daun ketela rambat milik tetangga. Rupanya, Harun tahu apa rencana yang akan di masak emaknya. Sayur asem daun ketela dan terong. Terong m
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai emak emak montok
Baca
+Pustaka
 RITUAL GUNUNG KEMUKUS

RITUAL GUNUNG KEMUKUS

“Itu berarti si montok udah cerita banyak ke wanita itu. Itu mulut tak ada rem. Udah dibantu, dibilang rahasia. Ember!” “Im! Aku ngeri.” “Kita makan dulu, habis itu samperin si montok,” ucap Saimah sembari menuju dispenser tuang air dingin dalam gelas lalu membawa ke meja makan. Kesi yang masih senewen dengan ulah Bu Sobir mengetuk-ngetuk layar ponsel sembari cemberut. “Ayo, buruan makan! Mau cepet selesai, gak?”
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 447 kali sebagai emak emak montok
Baca
+Pustaka
TERIMA KASIH MEMINTAKU BEKERJA, MAS

TERIMA KASIH MEMINTAKU BEKERJA, MAS

“Abis Nenek semangat kali olesin dokter itu sama daging mentah, mungkin karena itu Nenek jadi terkenal, Ma.” “Iya, kayak seleb aja.” “Jang! Kalau nggak pakek sendal nggak apa-apa ya? Kan cuma depan rumah doang.” Emak sudah memakai daster terbaik yang dipunya, serta songkok kepala yang baru kemarin di beli di pasar terdekat. Penampilan Emak sudah kelihatan lebih baik dari yang tadi. “Nggak apa-apa, Mak. Apa adanya aja.”
10113.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai emak emak montok
Baca
+Pustaka
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

Saat tiba di kamar Emak, BJ melihat ibunya berdiri di atas meja. “Mana tikus itu, Mak?” “Itu, itu di kolong lemari,” kata Emak setengah berteriak. Si Emak tergolong preman sebetulnya. Tapi berhadapan dengan tikus adalah salah satu kelemahannya. Emak bukan cuma takut tapi juga jijik. Sejak kecil Emak sudah bersumpah untuk tidak akan pernah mau menjadikan tikus sebagai hewan peliharaan yang imut. Apalagi jika tikus itu besar, kurapan, dan bulu ekornya sudah mulai botak.
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai emak emak montok
Baca
+Pustaka
Istri Pelit Bin Medit

Istri Pelit Bin Medit

"Menu istimewa untuk Emak dong, Bik. Sop ceker plus sambal kecap." "Oalah Mi, Mi. Kakakku sekali-sekali pulang cuma dimasaki ceker. Duitmu banyak, yo mbok dimasaki yang lain. Kalo gak mau keluar duit, noh ... Ayammu bejibun, potong satu pun gak terasa berkurang." "Ya sayanglah Bik, udah besar-besar. Kalo dijual dah laku mahal itu." "Amit-amit tenan meditmu yo Mi."
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 604 kali sebagai emak emak montok
Baca
+Pustaka
Cowok Metropolitan Masuk Kampung

Cowok Metropolitan Masuk Kampung

Kemungkinan mereka sampai ke desa ketika malam hari, itupun kalau terkena macet. Sementara itu di dapur, Ceu Itoh tengah sibuk menggoreng berbagai macam gorengan. Mulai dari menggoreng keripik singkong, pisang, talas, ubi, peyek berbagai jenis, rengginang, seroja dan yang lainnya. Sedangkan Elis, menantu Ceu Itoh sedang membuat aneka kue khas lebaran.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai emak emak montok
Baca
+Pustaka
Masakan Mertua

Masakan Mertua

Pov Penulis "Dari mana, Mbak?" tanya Lukas pada kakaknya itu, Rita. Rita tampak terkejut, ia seperti tengah menyembunyikan sesuatu dari adiknya itu. "Oh, dari warung." "Beli apa? Kok kaya telur. Banyak banget. Tumben," tanya Lukas lagi memberondong.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai emak emak montok
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Sementara, air di westafel terus saja mengalir. ****** “Yeeeey.. Sampai!!” teriak Emmy kegirangan. Kelima mahasiswa itu sedang bersandar di pagar dek kapal. Mereka memandangi menara khas Lampung, Menara Siger yang menyerupai mahkota tradisional. “Welcome to Lampung,” ucap Lili yang sedang membaca tulisan besar yang ada di tepi daratan. “Laper banget gua. Habis ini kita cari rumah makan ya guys?”
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai emak emak montok
Baca
+Pustaka
Akibat Pulang Kampung Tidak Bawa Mobil

Akibat Pulang Kampung Tidak Bawa Mobil

Emak, anakmu ini lagi marah beneran, kesal ngadepin Emak yang tidak peka dan selalu berfikir aneh Aku lanjutkan jeburan air menyiram kepalaku yang terasa mengepul ini. * "Emak tidak makan?" tanyaku setelah sadar, dia hanya memandangiku yang rakus menyantap hidangan kampung ini. Tempe goreng, Nila goreng dan rebusan sayur. Dilengkapi sambal tomat yang pedas. Sambalnya terasa segar, lain dengan sambal kota.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai emak emak montok
Baca
+Pustaka
Terpikat Janda Montok

Terpikat Janda Montok

Ia meninggalkan Aluna dalam perasaan sedih. 2 hari berlalu Setelah puas bermain seharian dan membeli oleh-oleh, Haikal mengajak keluarganya untuk mencari makan. Miranda memilih Ayam betutu khas Bali sebagai menu makan sorenya. Sementara Ochan dan Haikal memilih sate lilit dan juga nasi campur. Kini mereka makan dengan lahap saking laparnya. Terlebih menu yang dihidangkan begitu nikmat dan menambah selera makan.
1091.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai emak emak montok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status