Di Ujung Senja
potong Yanven sambil menghela nafas panjang, susah memang kalau membawa dokter pergi ke tempat seperti ini, pasti diceramahi panjang lebar bukan?
"Aku belum sah jadi dokter, aku baru koas." ralat Redita sambil memanyunkan bibirnya.
"Terserah deh, yang penting ntar kamu bakal jadi dokter kan?" Yanven memang tidak mau pusing perihal istilah-istilah kedokteran yang ia tidak paham, ia anak hukum bukan anak kedokteran, dan ia tidak berminat dengan hal-hal tersebut.