BUKAN MENANTU KAYA
“Insya Allah, kita ikhtiar sama-sama ya. Semoga masih ada rezeki Ibu untuk sembuh seperti sedia kala,“ lanjutnya diakhiri senyuman simpul.
Aku dan Mas Hasan mengangguk. Aku bahagia mendapatkan klinik yang dokternya memang cocok dengan keinginan kami berdua.
“Ini resepnya, Pak.“ Dokter menyerahkan selembar kertas resep.
“Baik, Dok. Terimakasih banyak,“ ucap Mas Hasan.
“Ayo, Dek.“
Aku mengangguk, lalu mendorong kursi roda Mamah. Keluar lebih dulu, disusul Mas Hasan.
“Alhamdulillah, dokternya bagus. Enggak bikin imun down,“ kata Mas Hasan setelah kami membayar administrasi juga menebus resep obat.
“Iya, Mas. Semoga saja cocok dan Mamah bisa sembuh. Aamiin,“ sahutku.
Hot Chapters