Evanescent
,"tanya Nacita membawa gulingnya.
"Belum,"ucapku tanpa menatapnya. "Mau numpang tidur disini. Boleh ya,"ucap Nacita menampilkan wajah menggemaskan di sekitarku. "Jangan nyalakan lampu,"ucapku membuatnya segera bersorak berguling di atas ranjang. "Kamu ngga takut matamu rusak kah?,"tanya Nacita. "Aku tidak ingin mendonorkan mata setelah mati,"ucapku. "Ngga berarti donor mata juga Ken. Memangnya kalau kamu rabun ngga menyusahkan?,"tanya Nacita.
Hot Chapters