Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Blue Eyes

The Blue Eyes

"Risty mengizinkanku untuk berada di sekitarmu, tetapi tetap tidak boleh memperlihatkan diri. Dan aku menerima hal itu, yang penting aku tetap bisa melihatmu meskipun dari jauh." Suasana sekitar yang berubah lebih gelap menyadarkanku bila telah tiba masanya untuk kembali melintas di lorong waktu. Aku mengalihkan pandangan kembali pada Viana yang menatap dengan sepasang mata beriris biru yang berkaca-kaca.
95.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai wild eyes
Baca
+Pustaka
Apple of My Eye

Apple of My Eye

Nyesssss abis, padahal baru kalimat pendek yang terucap barusan! Wait a sec, bukan cuman itu. Wajahnya juga nyess, mirip seperti es Magnum. Coklat-coklat kriuk gitu deh. Gimana nggak, mas-mas berkulit coklat kriuk ini adalah pemilik mata terindah yang pernah kutemui. Tajam seperti elang, tapi juga teduh seperti lautan. Auw, hidungnya mancung kayak perosotan TK. Bibirnya yang kecup-able.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 591 kali sebagai wild eyes
Baca
+Pustaka
Dark White

Dark White

Air matanya semakin deras mengalir. “Hmm?” tanya wanita itu, sepertinya dia tidak mengenali putrinya. Bella melepas tudung kepalanya kemudian tampaklah rambut putih halus miliknya. Elena menatap Bella penuh selidik. Meneliti setiap inci gadis itu seperti mencoba mengingat. Bella menatap wanita di hadapannya itu dengan tatapan kabur karena air mata.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai wild eyes
Baca
+Pustaka
BLACK EYE : When The Story Begin

BLACK EYE : When The Story Begin

Ia mengeluarkan tanganku dari saku hoodie nya, dan mengambil benda putih dari dalamnya, lalu memberikannya padaku. Ku seka air mata yang sesaat lalu membasahi wajahku, menekan hidungku yang mulai tersumbat agar bisa bernafas dengan normal kembali. Perlahan jalanan mulai landai dan cahayanya semakin terang, itu berarti kita hampir sampai di tujuan. Meninggalkan hutan lebat di atas gunung, dengan segala kegelapannya. Wajahku nampak semakin jelas terlihat baik dari pantulan helm Andra ataupun pada kaca spion.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai wild eyes
Baca
+Pustaka
From Your Eyes Only

From Your Eyes Only

Gelap pekat menelan seluruh dunia. “Laras …” suaraku gemetar. Panas menyambar bola mataku, rasa terbakar yang tak bisa kujelaskan. Aku sadar….. mungkin aku tidak bisa melihat lagi. Mataku kembali Buta. “Liyo… matamu… ya Tuhan, matamu kenapa?!” Laras mengguncang bahuku, suaranya pecah penuh ketakutan. Aku hanya bisa menggeleng lemah. Mungkin ini hukuman.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai wild eyes
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Kania Putri
marah kecewa pasti ada ini tapi aq yakin laras bukan tipe cewe pendendam dia dapt memutuskan sesuatu dengan kepala dingin & bukan dengan emosi sesaat. aq yakin sih laras akan memaafkanmu. ya ampun deg2an ini menanti julio berkata jujur pada laras
~•°Putri Nurril°•~
bener² dapat kejutan banget di bab minggu ini. dan setiap permasalahan yang ada pasti ada solusi. novel ini mengajarkan tentang kehidupan yang tak selamanya di atas/ di bawah. ceritanya pun ngeh banget di hati. thanks Ci Net, udah bikin cerita yang luar biasa
Baca Semua Ulasan
Another Eye

Another Eye

"APA INI?! LEPASKAN AKU!" Ia terus menjerit. Sedangkan Zein masih belum beranjak dari tempatnya berdiri sama sekali. Tangan kanannya terulur perlahan, dan iris sehitam jelaga itu seketika menyala. Jari jemarinya bergerak menunjuk sang iblis wanita, menuntun ribuan bayangan hitam menusuk-nusuk tanpa memberinya kesempatan untuk bergerak lagi. "Beritahu aku, apa yang membuatmu merusak tanaman rakyatku." Bisik Zein. Aura hitam memenuhi tubuhnya.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai wild eyes
Baca
+Pustaka
I Am Your Eyes

I Am Your Eyes

Badanku berputar menghadap benda berwarna putih yang tergantung di dinding. Terdiam sambil terus memandang ke arah satu tanggal yang sengaja aku lingkari oleh spidol hitam selama beberapa menit. Mataku terpejam saat sebersit perasaan sesak tersebut muncul kembali. Benar, aku hampir melupakan sesuatu. Besok adalah waktunya. •To be continued•
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai wild eyes
Baca
+Pustaka
Beauty Lies in the Eyes

Beauty Lies in the Eyes

Hujan membasahi rambutnya yang kelabu, tetapi matanya bersinar dengan tekad yang tak tergoyahkan, menyimpan rencana jahat di balik wajahnya yang keriput. Di samping Bibi Ying berdiri seorang bocah laki-laki kecil, Yu Wen. Air hujan menetes di wajahnya yang polos, membasahi baju kecil yang dikenakannya. Meski masih belia, dalam tatapannya terdapat kebencian yang tersembunyi.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai wild eyes
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status