Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas
“Meskipun aku amnesia dan nggak ingat siapa kamu, kamu juga nggak boleh serendah itu sama dirimu sendiri! Siapa tahu suatu hari nanti aku bisa pulih dan ingat semuanya lagi?”
Aku hanya tertawa kecil, dingin dan getir.
Tak ada sepatah kata pun kubalas.
Dengan sekuat tenaga aku melepaskan tangannya, lalu berjalan pergi tanpa menoleh lagi.
Anehnya, saat itu aku justru merasa sedikit lega.
Setidaknya dia memilih pura-pura amnesia sebelum pernikahan.
Karena aku tak sanggup membayangkan, kalau semua ini baru terjadi setelah kami resmi menikah, berapa dalam rasa putus asa yang harus kutanggung?
ตอนยอดนิยม