Gerimis Bulan Desember
Dia, aku mencintainya.
“I do love you, sebuah kata cinta yang lebih tepat daripada sekedar ‘I love you’!” ucap Inu di sela bibirku.
“Kamu tahu itu?” tanyaku pelan sambil menatap bibirnya.
“Hem,” ia berdehem. “Karena itu bermakna selamanya, bukan hanya saat ini. Aku ingin selamanya mencintai dan bersamamu.”
“Selamanya lama lho. Serius?” aku melepas pelukannya lantas menyodorkan kontrak ke depan wajah Inu. “Bagaimana dengan kertas kecil ini?” gangguku mulai mencairkan suasana.