Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Evanescent

Evanescent

Tangisan Sarra semakin tidak terkendali, beberapa kali ia menggelengkan kepala. "Kau tahu, itu seperti kau melempar kotoran di wajahku! Aku tidak ingin tahu apapun, sekarang juga kau tinggalkan rumah ini dan jangan pernah kembali!!" Seperti disambar petir di siang hari, Sarra tidak percaya pada apa yang dia dengar, ia diusir dan itu bukanlah sekedar ancaman belaka. Semua barang yang ia milikki sudah dibakar tanpa sisa. Gadis muda itu tidak bisa berbuat apapun sekarang, nasi sudah menjadi bubur, dan waktu tidak bisa diputar kembali.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as evicted
Read
+Library
Trapped

Trapped

“Halo?” “Nona Queen, maaf saya terpaksa menelepon Anda.” “Ini siapa?” “Baby sitter Nona Neesha.” Queen menelan saliva, melirik Joshua yang sedang sibuk mengobrol dengan pemilik butik. Queen menjauh ke sudut ruangan, lalu melanjutkan pembicaraan. “Ada apa?” “Bisakah Nona datang ke sini?” “Maaf, kau tahu sendiri kan aku sudah mengundurkan diri dan aku tidak mungkin menemui Neesha lagi.”
1010.0K viewsOn holdAdded to Library 229 Times as evicted
Read
+Library
Exit

Exit

Aku dan April sudah di ambang pintu. “Nah. Semoga kalian nggak tersisihkan olehku. Cemungut kawan-kawan. April pamit undur diri.” April sedikit menyombongkan diri, sembari mengangkat telapak tangan. Isyarat untuk Laura yang berada di lorong depan perpustakaan sana, juga dadah dadah untuk empat anak tadi.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as evicted
Read
+Library
EVANESCENT

EVANESCENT

“Omong kosong! Se-semua yang ka-kamu katakan ngga guna! Kamu brengsek Danu! Aku benci kamu!” Bruk! Tubuh Naras terjatuh dari tempatnya duduk. Bersamaan itu, Arta menghampirinya. Sayang, Naras sudah telanjur tak sadarkan diri. Duar! Bom waktu yang tersimpan di dalam memori Naras akhirnya meledak oleh kalimat yang sudah ia tunggu selama bertahun-tahun. Memisahkan jiwa dengan raga yang tak bisa lagi kompromi dengan keadaan. Jiwa ingin mengingkari karena telanjur benci sedangkan raga menerima dengan senang hati.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as evicted
Read
+Library
Gagal Move-on

Gagal Move-on

“Biasa aja. Kenapa memang?” “Yakin biasa aja? Bukannya dengan begitu, kamu jadi gak bisa deketin Venus?” Bima tiba-tiba tersedak. “Yang mau deketin Venus itu siapa?” sangkalnya kemudian. “Ayolah, Bim. Gak usah pura-pura gitu. Kita sama-sama tahu kalau kita gagal move-on dari mantan masing-masing. Aku gak bisa move-on dari Leo, dan kamu gak bisa move-on dari Venus,” jelasku rinci. Aku sengaja mempertegas keadaan supaya Bima dapat membaca arah pembicaraanku.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as evicted
Read
+Library
UNACCEPTED

UNACCEPTED

“Cabut,” “Elah bentar dulu, Gar. Masih ada bebeb Nessa, nih,” “Miko udah gue bilang jangan panggil gue kayak gitu!” protes Nessa geram. “Ya kalo lo masih mau disini terserah lo. gue mau ke ruang OSIS,” Regar melangkahkan kaki menuju ruang OSIS disusul Eza. “Ck, Regar nggak pengertian banget, sih, sama temen,” Miko mendengus kesal, “Bebeb Nessa, aku pergi dulu, ya, babay, muah,”
1.8K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as evicted
Read
+Library
Evanescent

Evanescent

Kavindra menyebalkan. -&- Kavindra POV Mobil yang baru saja terparkir membuat seorang pria dengan peci yang entah kapan akan turun dari sana mendekat. "Dimarahi Ayahnya Kencana Nak?,"tanya Zeva. "Tidak Pak. Mungkin cuma ajudannya aja yang setengah mati takut sebelum Kavi datang,"ucapku menyalaminya membarengi memasuki rumah. "Kencana anaknya jujur dan polos sekali ya Le,"ucap Kania membuatku menghela nafas pelan.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as evicted
Read
+Library
ESCAPE

ESCAPE

tanya Pak Akbar dengan hati-hati. “Kami bukannya melakukan hal yang buruk, tapi ada hal yang mengharuskan kami untuk melarikan diri dari kota,” jawab Kevin membuat Pak Akbar hanya mengangguk pelan. “Bapak juga yakin jika kalian bukan orang jahat, tapi sebelumnya kalian tinggal dimana?” tanya Pak Akbar lagi membuat Kevin merasa ragu akan menjawabnya. “Um … itu, kami tinggal di Villa yang ada di atas bukit,” jawab Kevin lagi sembari menggaruk-garuk tengkuknya tanda tak yakin apakah ia harus menjawab pertanyaan itu
103.0K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as evicted
Read
+Library
Broken

Broken

“Ami, tunggu.” “Lepasin tangan aku!” Ami berusaha sekuat tenaga, melepaskan tangannya. Namun, ia tak cukup kuat untuk melakukan itu. “Ami, tunggu dulu. Aku mohon, jangan pergi.” “Aku gak mau!” “Ami, aku gak bakalan lepasin tangan kamu sebelum aku ngomong sama kamu.” “Tapi aku gak mau ngomong sama kamu lagi, Vian. Kita sekarang udah jadi orang asing,” teriak Ami.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 331 Times as evicted
Read
+Library
RETAK

RETAK

gumam Vitaloka sembari menatap langit-langit kamar apartemennya. Mulai besok, dia sudah mulai bekerja di perusahaan tersebut. Kembali bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Berharap kalau besok, kinerjanya bisa lebih bagus lagi. Notifikasi pesan masuk mengalihkan pikiran Vitaloka. Dia segera mengecek pesan masuk tersebut yang ternyata dari Sebastian. Laki-laki itu masih tidak tahu malu, sudah beristri. Kini malah menghubunginya lagi. Vitaloka tak ingin membuat Nesya sakit hati, dia mengabaikan pesan tersebut sekaligus menghapusnya.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as evicted
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status