Slave
"Kalau kau memecatku, terus aku harus makan apa sebagai pengangguran yang tak punya pekerjaan."
Hasan melepaskan pelukannya kemudian membalikkan tubuhku menjadi menghadap dirinya. "Kenapa kau bertingkah semiskin itu, hmm?" katanya seraya jari-jari tangan kanannya menyentuh daguku, sedikit menaikkan wajahku yang menunduk.
"Aku memang miskin," ucapku memberanikan diri ketika tatapan mata kami bertemu.
Ku lihat kilatan marah terpancar dari manik matanya, sepertinya ia tak suka dengan perkataanku barusan.
Bab Populer