Satu Kali Lagi, Mas
Prana menatap dalam-dalam, menuntut kepastian yang sejak semalam ia gantungkan.
Shanum menatap balik mata hitam itu. Hinaan Kartika, ancaman Fadil, penolakan orang tua mereka, semuanya terasa kalah oleh tekad di mata Prana. Ia menarik napas panjang, mengembuskannya perlahan. Digenggamnya tangan Prana yang menangkup pipinya.
“Iya, Mas. Kita menikah,” jawab Shanum tanpa ragu, sambil mengangguk.
Hot Chapters