Kultivator Inti Semesta
Ada pula yang menggigit bibir menahan suara, tapi ekspresi mereka tetap mencerminkan hiburan yang sulit ditutupi.
“Ok, aku menerimamu. Kapan kita menikah?” Melihat orang-orang menatapnya, Situ Yu tidak banyak berpikir, dia langsung menjawab seolah-olah jawabannya adalah tindakan seorang pahlawan. Ucapannya terlepas begitu saja, dan setelah itu barulah ia menyadari betapa berat isi kalimat yang sudah tidak bisa ditarik kembali tersebut.
“Hahaha, ini bagus,” ucap Lin Yin. “Setelah perang selesai, kita akan menikah. Kita akan berhenti menjadi tentara, dan fokus membuat anak sebanyak-banyaknya.”
Bab Populer