Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali
Namun, saat dia membuka matanya, dia menyadari tatapan mata Romeo yang makin menjadi sinis.
Melihat Romeo sudah mau meledak, Amara terpaksa memperlambat kecepatannya.
Namun, setelah melambat, Amara takut itu kurang pantas, jadi dia lari makin cepat.
Bagi orang lain, Amara seperti mobil yang olinya bocor. Sebentar dia cepat, sebentar dia berhenti.
Amara terlihat tidak kehabisan napas sama sekali. Hingga putaran terakhir, dia masih bisa menambah kecepatan dengan napas yang tidak terengah-engah.
Hot Chapters