Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang
Kali ini, suara yang terdengar dari ujung telepon sana adalah suara yang penuh keluhan.
Telepon telah ditutup dan ekspresi anak orang kaya itu kembali menjadi pahit.
Dia melihat Feno berulang kali, lalu dengan wajah yang agak canggung berkata, “Saudaraku, namaku Ferry Kangean, bolehkah kita berteman?”
“Terserah!”
Feno mengangguk, namun dalam hatinya masih merasa marah.
“Kalau begitu, katakan dengan jelas, apakah patung dewa ini benar-benar ampuh?”
인기 회차