Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Terlarang Suamiku dengan Tetanggaku

Cinta Terlarang Suamiku dengan Tetanggaku

Sebuah cafe di tengah-tengah danau. Setelah turun dari perahu, Satria mengajak Alma menuju cafe. Cafe itu ternyata cukup ramai. Banyak muda mudi yang sedang menghabiskan malam bersama kekasih. "Ngapain sih kesini? Mau ngintip orang pacaran?" tanya Alma. "Mau pacaran dong," jawab Satria. "Ada wanita cantik masak dibiarkan kesepian, aku kan mau jadi bulan di hidup kamu," kata Satria.
1022.5K viewsCompletedAdded to Library 787 Times as fifteen cafe
Read
+Library
Petaka Di Lorong Kampus

Petaka Di Lorong Kampus

Tak lama keduanya pun sudah berada dalam lamborghini Dylan, dan berangkat menuju cafe temanya Dylan. Sesampainya di tempat yang di tuju, Renata langsung mengagumi interior cafe tersebut, yang bertemakan lukisan ruang tiga dimensi. Sebuah cafe dengan menyajikan tempat foto unik dan keren. Jadi selain makan dan minum pengunjung cafe juga bisa berfoto dengan background pemandangan tiga dimensi yang seperti real kita ada disana. “Cafe ini juga ada rooftopnya dengan view kota yang keren banget kalo di lihat malam hari”
103.2K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as fifteen cafe
Read
+Library
Penjara Dendam Suami Konglomerat

Penjara Dendam Suami Konglomerat

ujarnya kemudian. “Oh iya, Selena. Ngomong-ngomong soal Cafemu. Bagaimana perkembangannya sekarang? Apa kamu sudah memiliki cabang Cafe baru?” Tanya Nicholas. Selena yang mendengarnya langsung terkekeh. “Cabang apanya? Nggak, Nich. Sampai saat ini aku hanya memiliki satu Cafe. Dan kamu sudah tahu sendiri kan dimana itu?” Nicholas tersenyum. “Aku pikir, kamu sudah memiliki banyak cabang Cafe,” ujarnya pada Selena.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 267 Times as fifteen cafe
Read
+Library
The Bittersweet of Love

The Bittersweet of Love

Menambah kesan feminine dan juga terlihat menyediakan kue-kue pastry yang lezat. Tadi itu adalah seorang yang masuk ke dalam sebuah cafe ini, seorang Bapak tua yang memakai setelan baju kemeja putih dengan cardigan berwarna coklat tua dengan model seperti coat menutupi dari ujung bahu sampai lututnya itu. Seorang Bapak tua dengan rambut tebalnya dan sedikit uban menutupi poni sibaknya ini ternyata jauh-jauh datang dari kantornya di bilangan Jakarta Pusat demi bertemu dengan salah seorang pemilik cafe dessert ini, Crumble.by.
109.8K viewsOngoingAdded to Library 225 Times as fifteen cafe
Read
+Library
30 Hari Mendapatkan Benih Suamiku

30 Hari Mendapatkan Benih Suamiku

Alih-alih bertanya soal kabar, Fahri justru bertanya seperti itu. Fahri menduga saja karena Lian tampak melihat-lihat jajaran bangunan cafe dan warung-warung di sekitaran sana. Lian mengangguk. "Mencari yang ada menu sehat." "Oh, kebetulan, aku ada rekomendasi Cafe di ujung sana. Ada menu vegan juga. Mau ke sana?" tawar Fahri yang seperti sudah hafal sekali daerah sini.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as fifteen cafe
Read
+Library
Halte Cafe

Halte Cafe

Hingga membuat seorang pria mendongakkan kepala ke arah pintu masuk. "Selamat siang. Selamat datang di Halte Cafe," sambut Yuya sang Owner cafe. Mata pria itu sedikit menyipit tatkala melihat warna kelabu berpendar keluar dari tubuh Elea. Wanita dengan rambut diikat ke atas itu pun melangkah semakin jauh ke dalam cafe. Manik matanya berpendar ke seluruh ruangan. Dilihatnya, bahwa dindingnya berlapis batu bata cokelat. Tidak ada lampu yang digantung pada langit-langit. Melainkan sebuah tiang lampu minyak seperti London di zaman Jack The Ripper yang menyebar ke segala tempat.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as fifteen cafe
Read
+Library
Nobody Knows

Nobody Knows

jelasnya. Kirei hanya tersenyum canggung tidak tahu harus berkata apa. Hingga mobil Faisal terlihat dan menepi di depan mobil mereka. Mereka berdua segera keluar dari mobil. Kirei, Dini dan Faisal memasuki cafe yang bernuansa modern dengan nuansa kayu dan tanaman hijau, vibe cafe ini memang seperti rumah pohon. Cafe ini adalah cafe pusat dari banyaknya cabang, Kirei baru mengetahui ada cafe seperti ini di kota. Dia melihat banyak sekali pelanggan di sana.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as fifteen cafe
Read
+Library
Madu Suamiku

Madu Suamiku

"Astaga... Ini cafe aku, Za. Lupa??? Perasaan dulu waktu SMA kamu juga sering kesini sama temen-temen kamu." "Ya Ampuuun. Aku lupa. Pantes, rasanya kayak nggak asing. Tapi sumpah, aku benar-benar nggak tahu kalau ini punya kamu." "Ehehe. Sebenarnya... Belum lama sih." "Hah. Gimana gimana sih maksudnya, Zean?" "Iya, aku beli Cafe ini. Lima tahun lalu. Rencananya emang hadiah buat kamu. Aku tahu, kamu dulu suka di Cafe ini."
8.220.3K viewsCompletedAdded to Library 669 Times as fifteen cafe
Read
+Library
I Can See You

I Can See You

Mereka melangkah dengan senyum merekah sembari tertawa sesekali karena candaan satu sama lain, di sepanjang trotoar menuju sebuah kafe. Itu kafe khusus yang menyediakan segala jenis makanan manis. Seperti cake, parfait, permen kapas, es krim, dan masih banyak jenis lainnya di sana. Letaknya sekitar lima belas meter dari tempat Rigel dan Sia tengah berjalan saat ini.
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 480 Times as fifteen cafe
Read
+Library
JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

Hide kembali mengeluh saat melihat keadaan cafe yang cukup ramai. “Jika tahu seperti ini, aku akan memintamu untuk mengosongkan kafe ini.” Hide memandang sekitar dengan tidak nyaman. Kafe yang mereka masuki, adalah kafe yang bertema maid. Ini berarti akan ada pelayan dengan dandanan ala maid lolita—rok mengembang pendek berwarna-warni dengan dada ketat—yang mondar-mandir melayani pengunjung sambil berkedip genit. Ada juga yang sudah duduk di atas pangkuan pengunjung—baik pria maupun wanita.
1020.3K viewsCompletedAdded to Library 688 Times as fifteen cafe
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status